Dinamika Pendidikan Kristen Berbasis Kristologi From Below and  Kristologi From Above (Von Oben)

Dinamika Pendidikan Kristen Berbasis Kristologi From Below and Kristologi From Above (Von Oben)

Dinamika Pendidikan Agama Kristen pada hari ini memposting tema artikel Pendidikan: "Dinamika Pendidikan Kristen Berbasis Kristologi From Below and Kristologi From Above (Von Oben)." Tentu ada istilah gado-gado dalam artikel ini. Gado-gado yang saya maksudkan yakni ada kata-kata Inggris, Belanda dan Indonesia diblended menjadi sebuah judul artikel yang orientasinya yakni percakapan dalambentuk tulisan tentang Yesus Kristus dari sisi ilmu, atau dari sisi Kristologi. Bicara Kristologi berarti kita bercakap secara ilmu tentang Yesus Kristus. Kristologi itu sendiri terdiri dari dua kata yakni "Chistos" (bhs Yunani) dalam bahasa Indonesia Kristus, dan logos atau ilmu. Jadi, Kristologi adalah ilmu yang mempelajari tentang Yesus Kristus sebagaimana yang disaksikan dalam Alkitab. Saya mendefinisikan Kristologi dalam definisi seperti ini karena sumber berKristologi harus dari Alkitab. Dalam Alkitab Perjanjian Lama menyatakan nubuatan tentang Yesus Kristus sedangkan dalam Perjanjian Baru menceritakan tentang kisah para murid (orang yang dekat dengan Yesus) dan Paulus menceritakan pengalaman mereka tentang Yesus. Para murid memiliki pengalaman langsung dengan Yesus sementara Paulus memiliki pengalaman tidak langsung (secara jasmaniah) namun mengalami pengalaman perjumpaan dengan Yesus secara dimensi rohaniah dan pengalaman perjumpaan dengan Yesus itu membuat rasul Paulus mengalami perubahan hidup dan berbalik kepada pengakuan akan Yesus dan memberitakan Yesus sampai akhir hidupnya seluruhnya dibaktikan untuk Yesus Kristus.
Sekarang saya hendak memulai pembahasan tentang judulartikel ini.





1. Dinamika Pendidikan Kristen Berbasis Kristologi From Below

Kristologi from below atau Kristologi bawah adalah pendekatan tentang Yesus Kristus dari sisi kemanusiaan-Nya. Apa yang dilkaukan Yesus Kristus pada waktu ia hidup. Kisah Yesus seperti itu tentu berpangkal atau tepatnya harus bersumber pada apa yang disampaikan dalam Alkitab. Kehidupan Yesus Kristus seperti kelahiran-Nya, pekerjaan-Nya dan kematian serta kebangkitan-Nya harus berdasarkan cerita Alkitab. Bila narasi tentang kehidupan Yesus Kristus tidak terdapat di dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Baru maka cerita itu tentu tidak valid karena tidak sesuai dengan kisah tentang Yesus yang disampaikan/ditulis oleh para murid Yesus sebagaimana yang gereja miliki sampai hari ini dan waktu-waktu yang akan datang. Apa yang saya maksudkan dengan pernyataan terakhir ini yakni gereja memiliki Alkitab sebagai norma atau kanon untuk mengukur setiap pengajaran tentang Yesus Kristus apa sesuai Alkitab atau tidak! Misalnya nubuatan tentang kelahiran Yesus. Perjanjian Lama memberi kesaksian tentang nubuatan kelahiran Yesus, kelahiran Yesus Kristus tentu disaksikan dalam Perjanjian Baru seperti Injil Matius dan Lukas, sementara dalam Injil Yohanes menyaksikan tentang Logos yang menjadi manusia. Kemudian pekerjaan Yesus Kristus disaksikan dalam seluruh Perjanjian Baru. Juga tentang kematian dan kebangkitan serta kenaikan ke surga dan kedatangan-Nya kembali.

Dinamika Pendidikan Kristen yang berbasis Kristologi bawah adalah Pendidikan Kristen yang memperhatikan unsur kemanusiaan Yesus dalam kehidupan para peserta didik, pendidik dan fasilitas-fasilitas yang mesti dipakai dalam Pendidikan Agama Kristen. Dalam Perjanjian Baru Yesus Kristus melakukan pengajaran dengan setting tempat yang berbeda-beda. Kadang Yesus mengajar di Bait Allah, di Bukit, di Pantai dll. Yesus menggunakan metode mengajar secara baik sehingga pendengar mengerti apa yang disampaikan Yesus.

Pendidikan Agama Kristen yang berbasis Kristologi bawah atau Kristologi Below adalah pendidikan Kristen yang dilakukan di tempat-tempat tertentu baik secara formal maupun non formal. Bisa saja dalam kondisi-kondisi tertentu, terbatas tempat untuk melaksanakan Pendidikan Agama Kristen secara formal. Misalnya di ruang lap komputer dll. Kondisi demikian tidak mesti mengurangi semangat didaktik PAK yang berbasis pada Kristologi bawah. Apa yang Yesus lakukan atau alami dengan proses mengajar murid-murid-Nya. Bukankah tidak ada tempat yang sangat memadai ketika itu untuk dipakai Yesus dalam melaksanakan pengajaran? Silakan baca Perjanjian Baru,khususnya dalam Injil Matius dan Lukas. Ya memang secara psikologi proses Pendidikan Agama Kristen yang dilaksanakan di ruang kelas berbeda dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu seperti di ruang lap komputer. Secara psikologis ada dampaknya bagi peserta didik. Namun Pendidik dan peserta didik yang punya pengalaman demikian mesti menguatkan hati dan iman dengan selalu memperhatikan apa yang dilakukan Yesus Kristus dalam hal proses mengajar bersama murid-murid-Nya.

2. Dinamika Pendidikan Kristen Berbasis Kristologi From Above (Von Oben) atau Kristologi Atas

Pendidikan Agama Kristen yang dilaksanakan dalam pendekatan Keilahian Yesus atau Kristologi atas, hendak mensemangatkan diri bahwa ada kuasa dalam nama "Yesus". Mengapa ada kuasa karena Yesus adalah TUHAN. Ini bukan ajaran guru PAK tetapi ajaran Alkitab. Alkitab yang mengajarkan bahwa Yesus adalah TUHAN. Alkitab yang saya maksudkan disini yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dengan demikian, keilahian Yesus Kristus ada dalam Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru.Para murid Yesus mengakui bahwa Yesus itu TUHAN. Pengakuan bahwa Yesus itu TUHAN bukan ciptaan murid-murid tetapi memang Yesus adalah TUHAN. Karena Yesus adalah TUHAN maka ketika Yesus mati kemudian dalam waktu 3 hari Ia bangkit dari kuburan. Peristiwa itu disaksikan dalam Perjanjian Baru.





Pendidikan Agama Kristen yang berbasis keilahian Yesus Kristus adalah pendidikan Agama Kristen yang dilaksanakan dalam kawalan kelilahian Yesus Kristus. Guru Pendidikan AGama Kristen dan Peserta didik mesti yakin bahwa dalam nama "Yesus" terjadi perubahan. Para murid mengusir setan dalam nama Yesus, gereja dalam perkembangannya memakai nama Yesus untuk mengusir setan. Nama itu berkuasa. Oleh karena itu nama Yesus hanya dapat disebut oleh orang yang dipimpin oleh Roh Kudus.Hanya orang yang dipimpin oleh Roh Kuduslah yang akan menyebut Yesus itu TUHAN. Bila Roh Kudus tidak ada dalam diri seseorang maka ia tidak akan menyebut dan mengakui Yesus itu TUHAN. JAdi, tidak semua orang dapat menyebut Yesus itu TUHAN selain Roh Kudus yang berkarya dalam diri kita. Kadang orang tidak suka dengan sebutan Yesus TUHAN. Ingat hanya orang yang didalam dirinya dipimpin Roh Kudus maka mereka akan menyatakan bahwa Yesus itu TUHAN.Bahkan ada salah satu tokoh yang menyebut saya percaya YESUS ITU TUHAN.

Tetaplah bersemnagta dalam pelaksanaan pendidikan AGama Kristen yang berporos pada Kristologi Atas. Artinya tidak perlu merasa takut dan malu mengaku Yesus itu TUHAN. Itu isi iman kita. Tentu kita tidak memaksakan orang lain untuk mengikuti iman kita tetapi kita harus tetap setia pada pengakuan bahwa Yesus itu TUHAN. Peserta didik yang mengikuti Pendidikan AGama Kristen juga mesti diajarkan tentang kealihian Yesus Kristus.

Artikel Untuk Jurnal Pendidikan Kristen

Artikel Untuk Jurnal Pendidikan Kristen

Dinamika Pendidikan Agama Kristen berbagi informasi untuk artikel jurnal.
Bila Anda seorang pendidik di Sekolah Tinggi Teologi, Anda dapat melakukan sebuah tulisan ilmiah untuk diterbitkan di Luhteran Eduacation Journal. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang penulis yang hendak menerbitkan artikelnya di jurnal di salah satu Universitas Kristen di AMerika Serikat. Universitas ini dikelola dalam suasana tradisi iman Lutheran. Anda pasti tahu reformator gereja yaitu Marthin Luther. Ia melakukan reformasi gereja, mereka yang menganut gerakan reformasi Luther disebut Lutheran. Namun tidak berarti bahwa orang yang senang dengan teologi Luther tidak dapat disebut Lutheran. Hanya saja gerejanya bukan gereja Lutheran. Saya katakan begitu karena pengaruh reformasi Marthin Luther itu tersebar ke seluruh dunia. Dengan begitu semua orang Kristen pasti menerima reformasi Luther.

Sekaran saya masuk pada inti artikel ini yakni penulisan Artikel yang hendak diterbitkan di Journal Internasional. Coba bayangkan, jika temahn-teman menulis artikel dan dikirim ke bagian jurnal dari Lutheran Eduacation Journal dan hasilnya diterima maka kredit poinnya besar. Silakan kunjungi Lutheran Educational Journal

Ada 7 syarat yang harus kita perhatikan pada saat kita menulis artikel dan mengirim kepada mereka. 7 Syarat itu sudah standar dan kita harus memenuhinya. Saya sedang mempertimbnagkan untuk menulis dan mengirim artikel ke Lutheran Educational Journal. Saya berharap bahwa artikel saya dapat diterimanya dan diterbitkan di journal mereka.





Angka kredit poin untuk artikel yang diterbitkan di Journal internasional, silakan memperhatikan ketentuan yang ada. Di internet banyak informasi tentang perhitungan kredit poin termasuk angka kredit untuk artikel di journal internasional.Sekarang bagi dosen yang bergelar Doktor dan memiliki angka kredit III-B (Asisten Ahli) dapat mengajukan loncat jabatan ke III-C atau ke III-D, mungkin bisa juga ke IV-A. Ya khususnya untuk dosen-dosen di Sekolah Tinggi Teologi, banyak yang memiliki golongan fungsional dosen yaitu III-B. Saya pun terlambat mengurus. Saya menyeesaikan S3 tahun 2012, bila saya ajukan pada waktu itu maka saya pasti memiliki golongan atau jabatan fungsional dosen III-C. Namun karena tidak sempat mengurus maka saya masih memiliki III-B. Saya sedang mengurus ke Departemen Agama, yakni di Dirjen Bimas Kristen, dan sedang menunggu sistem. Bila sudah selesai maka saya dapat mengajukan lompatan Jabatan ke III-D.

Silakan teman-teman coba

Salam
Dinamika Pendidikan Agama Kristen Berporos Pada Allah Bapa

Dinamika Pendidikan Agama Kristen Berporos Pada Allah Bapa

Mengapa artikel ini diberi judul Dinamika Pendidikan Agama Kristen berporos pada Allah Bapa. Jawabannya akan dikemas dalam penjelasan tentang artikel ini. Saya sadar bahwa istilah Allah Bapa mendapat reaksi yang beragam. Ada yang dengan keyakinan iman Kristen menerimanya dengan senang hati, ada pula yang dipengaruhi oleh konteks kemajemukan lalu rasa takut menyebutkan Allah Bapa. Ya epistmologi kita tentang ajaran Kristen tidak dapat dilepaskan dari pergumulan pemikir-pemikir Kristen terdahulu, khususnya berpikir secara teologis terhadap kesaksian Alkitab.
Dalam kitab Kejadian, penulis kitab ini memperkenalkan atau menyaksikan TUHAN Allah sebagai pencipta. TUHAN Allah adalah kreator ex nihilo. Menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Dalam teks-teks yang terdapat dalam Alkitab menyuarakan kesaksian yang sama bahwa TUHAN Allah adalah pencipta, termasuk manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya.
Lalu dimana dinamika Pendidikan Agama Kristen yang berporos pada Allah Bapa. saya kemukakan beberapa jawaban.






Pertama, dinamikanya terletak pada penciptaan. Pendidikan yang dimulai dengan penciptaan akan membuat pendidikan yang sadar diri. Pendidikan yang sadar diri menciptakan pendidikan yang harmonis fertikal dan horisontal. Pendidikan seharusnya bertumpu pada penciptaan. Penciptaan itu merupakan hasil logi. Pendidik dan peserta didik serta lingungan pembelajaran adalah hasil logi sang pencipta yaitu TUHAN Allah. Itulah sebabnya saya mendasari dinamika Pendidikan AGama Kristen pada akibat logi yang utama dan pertama yaitu penciptaan. Penciptaan itu memberi hasil, hasil itu dilihat dari bagian ciptaan.

Kedua, dinamika keharmonisan.Dlam terminologi pengajaran Kristen, Allah disapa sebagai Bapa. Dalam doa ada yang disebut Doa Bapa Kami. Dalam doa itu Allah disapa sebagai Bapa. Ungkapan Allah sebagai Bapa menunjukkan relasi keharmonisan antara yang menyapa dengan yang disapa. Bila Allah dipanggil dalam doa sebagai Bapa maka ada hubungan yang harmonis antara umat dengan Tuhan-Nya. Relasi keharmonisan itu menjadi dinamika Pendidikan Agama Kristen. Pendidikan Agama Kristen tidak dilaksanakan diluar keyakinan Allah sebagai Bapa tetapi justru pelaksanaan Pendidikan AGama Kristen di dasarkan pada seruan TUHAN Allah sebagai Bapa.

Ketiga, dinamika kedekatan atau penyertaan tanpa batas waktu. Pendidikan Agama Kristen yang bertumpu pada keyakinan Allah sebagai Bapa menegaskan bahwa pendidikan tersbut mempersiapkan peserta didik untuk menyadari dan menerapkan penyertaan Bapa yang kekal. Penyertaan Bapa jasmani, penyertaan guru dan siapapun yang melaksanakan pendidikan, tentu terbatas waktu dan ruang. Namun tidak demikian Pendidikan yang menyadarkan peserta didik akan Allah sebagai Bapa. Mereka dapat berseru kepada TUHAN sebagai Bapa kapan saja dan dimana saja.



Pendidikan Agama Kristen di STAKN dan Sekolah Tinggi Teologi

Dinamika Pendidikan Agama Kristen atau dalam tema blog ini saya beri judul Pendidikan yang spesifik yaitu Pendidikan Kristen. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis mendeskripsikan tentang STAKN. STAKN adalah singatan dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri. Di Indonesia ada beberapa STAKN seperti:


1. Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Tarutung, kini telah berubah menjadi Institus Agama Kristen Negeri
2. Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Ambon, kini telah berubah menjadi Institut Agama Kristen Negeri Ambon
3. Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Palangka Raya
4. Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja (STAKN Toraja)
5. Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang (STAKN Kupang)
6. Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Manado (STAKN Manado)
7. Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Sentani Papua
8. Seolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa
9. Seolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado (STAK Kristen Lentera Bangsa Manado)
10. Seolah Tinggi Agama Kristen Samarinda (STAK Samarinda)
11. Seolah Tinggi Agama Kristen Wiyata Wacana Pati (STAK Wiyata Wacana Pati)
12. Seolah Tinggi Agama Kristen Marturia Yogyakarta
13. Seolah Tinggi Agama Kristen Pais Talaud Sulawesi Utara
14. STAKN adalah singatan dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri. Di Indonesia ada beberapa STAKN seperti:
15. Seolah Tinggi Agama Kristen Teruna Bhakti
16. Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura Papua (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
17. STAK Anak Bangsa





Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Tinggi Teologi

Sekolah Tinggi Teologi Kristen adalah salah satu bentuk perguruan tinggi di Indonesia. Keberadaan STT di Indonesia telah diakui oleh Negara melalui Izin penyelenggaraan oleh Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen dan Badan Akreditasi Nasional. Artinya setiap penyelenggaraan Sekolah Tinggi Teologi harus mendapat izin penyelenggaraan dari Dirjen Bimas Kristen RI kemudian berdasarkan izin penyelenggaraan tersebut, pengurus STT melanjutkan proses akreditasi di Badan Akreditasi Nasional untuk Perguruan Tinggi. Sekarang setiap STT hanya boleh mnyelenggarakan ujian Skripsi, Tesis, Disertasi dan Wisuda apabila STT telah mendapat Akreditasi oleh BAN PT.
Dengan izin dan akreditasi BAN PT maka tamatan STT dapat bersaing dalam mendapatkan pekerjaan misalnya menjadi pegawai negeri seperti di kantor pemerintah dan mengikuti tes menjadi Polisi dan Tentara. Tentu untuk mereka yang tamat STT dan hendak masuk ke Polisi dan Tentara akan mengikuti prosedur yang berlaku dalam kedua institusi ini. Yang hendak saya sampaikan disini yakni ijazah yang didapatkan dari studi di STT yang terakreditasi BAN PT minimal B, dapat mengikuti tes menjadi pegawai negeri seperti yang saya sebutkan sebelumnya.
Sekarang saya berlanjut ke Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Tinggi Teologi yang terakreditas BAN PT (Perguruan Tinggi), yakni:

1. STT Filsafat Jakarta (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
2. STT Bethel Petamburan (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
3. STT IKSM Santosa Asih (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
4. Sekolah Tinggi Moriah Tangerang (Menyelenggarakan Program Studi PAK)
5. Sekolah Tinggi Teologi (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
6. STT Pelita Dunia Banten (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
7. STT Pokok ANggur (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
8. STT Huperetes Batam (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
9. STT Cipanas (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
10. STT Sumatera Medan (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
11. STT Arastamar Nias Selatan(Prodi Pendidikan Agama Kristen)
12. Institut Kristen Borneo (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
13. Sekolah Tinggi Teologi Jaffray Jakarta (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
14. Sekolah Tinggi Teologi Jaffray Ujung Pandang (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
15. Sekolah Tinggi Pentakosta Moat (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
16. STT Banua Niha Keriso Protestan Sundermann Nias (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
17. STT Syalom Nias (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
18. Sekolah Tinggi Teologi Bethani Surabaya (Program Studi PAK)
19. STT Krisba (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
20. STT Anugerah Sinagoge Sumatera Utara (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
21. Sekolah Tinggi Teologi Kingdom Bali (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
22. STT Tabernakel Kemuliaan-Nya (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
23. Sekolah Tinggi Real Batam (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
24. STT SoE Propensi Nusa Tenggara Timur (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
25. Sekolah Tinggi Teologi Renatus Pematang Siantar (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
26. STT Baptis Indonesia (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
27. STT Oikumene Injili Sidikalang
28. STT Krisba Batam (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
29. STT Baptis Medan (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
30. STT STar Luwuk Banggai (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
31. STT Kanaan Nusantara Unggaran (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
32. STT Ekklesia Pontianak (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
33. STT Marturia Tanjung Balai (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
34. Sekolah Tinggi Teologi Diakonos (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
34. STT Imanuel (SETITEL) Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan
35. STT Bethany Surabaya (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
35. STT Pontianak (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
36. STT Gereja Protestan (GPI) Papua (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
37. STT Apolos Manado (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
38. STT Permata Bangsa Barito (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
39. STT Kibaid Makale (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
40. STT Arastamar Merauke Papua (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
41. STT Bandung (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
42. STT Pelita Bangsa (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
43. STT Kadesi Bogor (Prodi Pendidikan Agama Kristen)
44. STT Simpson Ungaran (Prodi Pendidikan Agama Kristen)

Bila ada kesalahan informasi, tolong hubungi saya di Kontak saya, melalui wa: 081388662585 atau email yonasmuanley@gmail.com

Salam

Yonas Muanley
Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Tinggi teologi (STT)

Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Tinggi teologi (STT)

Dinamika Pendidikan Agama Kristen atau Pendidikan Kristen berusaha membahas judul artikel Pendidikan Agama Kristen di STT. Sekolah Tinggi Teologi atau disingkat STT merupakan salah satu perguruan tinggi berbentuk sekolah tinggi keagamaan dalam Agama Kristen. Di sekolah Tinggi Teologi yang tersebar di seluruh Indonesia menyelenggarakan program Studi Teologi Kependetaan dan Pendidikan Agama Kristen, Misiologi, Kepemimpinan dan beberapa program studi lainnya.

Dalam kurikulum yang berlaku di STT, pendidikan agama Kristen diberi kepada mahasiswa teologi dan pendidikan agama Kristen. Tentu dengan porsi dan kedalaman serta keluasan yang berbeda-beda. Di Program Studi Teologi, Pendidikan Agama Kristen diberi dalam bentuk mata kuliah Pengantar Pendidikan Agama Kristen yang menolong mahasiswa teologi untuk menerapkan ilmu mengajar dalam pelayanan gereja. Tugas yang akan filakukan para mahasiswa program studi Teologi setelah tamat dari STT dan melayani di gereja sebagai seorang pendeta maka ia harus melaksanakan pendidikan katekisasi bagi anggota gereja yang hendak dikatekisasi dan disidi untuk menjadi anggota gereja penuh.
Dengan mengikuti mata kuliah pendidikan agama Kristen maka para mahasiswa program studi teologi belajar dan memiliki pengetahuan dasar untuk mengajar warga gereja setelah mereka menyelesaikan pendidikan sarjana maupun magister serta program doktor di Sekolah Tinggi Teologi.
Sedangkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen akan mempelajari mata kuliah Pendidikan Agama Kristen dalam porsi yang lebih banyak karea program studi sebagai seorang calon pendidik di sekolah formal seperti:
1. SD (Menjadi guru)
2. SMP (menjadi guru)
3. SMA/SMK (menjadi guru)
4. Universitas (menjadi dosen)
5. Sekolah Tinggi (menjadi dosen)
Para mahasiswa program Studi Pendidikan Agama Kristen akan mempelajari materi Pendidikan Agama Kristen dalam sejumlah mata kuliah seperti:
1. Pendidikan Agama Kristen Anak
2. Pendidikan AGama Kristen Remaja
3. Pendidikan Agama Kristen Pemuda
4. Pendidikan Agama Kristen untuk Orang Dewasa
5. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
6. Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, seperti menggunakan metode pembelajaran "blended learning" dalam mengajar PAK
7. Psikologi Pendidikan Agama Kristen
8. Teknologi dan Media Pendidikan Agama Kristen
9. Sumber-sumber Belajar Pendidikan Agama Kristen
10. PAK Dalam Masyarakat Multikultural
11. dll
Jadi, Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Tinggi Teologi adalah pendidikan yang mempersiapkan tenaga pendidik untuk menjadi pendidik di satuan pendidikan formal dan non formal serta menjadi pendidik di Perguruan Tinggi. Sekolah Tinggi Teologi yang saya maksudkan disini yakni sekolah Tinggi Teologi yang telah mendapat Akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional atau BAN PT. Sekolah Tinggi Teologi yang dimaksud seperti:
1. Sekolah Tinggi Teologi yang berada di Tanah papua
2. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Ambon
2.1. Sekolah Tinggi Teologi Bethel Ambon
2.2.
3. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Sulawesi Utara
4. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Sulawesi Selatan
5. Sekolah Tinggi Teologi yang berada di Kalimantan Timur
4. Sekolah Tinggi Teologi yang berada di Kalimantan Barat
5. Sekolah Tinggi Teologi yang berada di Sintang
6. Sekolah Tinggi Teologi di Batamm
7. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Sumatera Utara
7.1. STT Abdi Sabda Medan
8. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Nias
8.1. STT Injili Arastamatar Nias
9. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Bengkulu
11. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Jakarta dan sekitarnya
12. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Jawa Barat
13. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Jawa Tengah
14. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Jawa Timur
15. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Bali
16. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Lombok
17. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Sumba Timur
18. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Kupang NTT
19. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di SoE NTT
20. Sekolah Tinggi Teologi yang ada di Toraja: STT Rantepao dan STAKN Toraja

Salam
Yonas Muanley
Belajar dari Yunus

Belajar dari Yunus

Panggilan Tuhan kepada nabi Yunus merupkan suatu panggilan. khusus yang ditetapkan oleh Allah yang memiliki keunikan tersendiri, dimana ada perbedaan panggilan Tuhan kepada nabi Yunus dengan panggilan Tuhan kepada nabi-nabi yang lain. Dikatakan unik oleh karena panggilan Tuhan yang pertama kepada nabi Yunus, nabi Yunus tidak meresponinya/mentaatinya. Bahkan dengan kehendak dan tindakannya sendiri ia lari dari panggilannya. Dari ketidaktaatan dalam panggilan Tuhan yang pertama akhirnya Tuhan menegur Yunus dengan ketentuan yitu datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus, dan didalam perut ikan itu nabi Yunus masih memiliki hidup meskipun Yunus dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya.

Panggilan menurut Ensiklopedi Alkitab Masa Kini adalah berhubungan dengan panggilan Allah, yaitu suatu tuntutan untuk dikenai sebagai orang kristen. Panggilan tersebut datangnya dari Allah melaiui kabar baik bagi keselamatan dan pengudusan serta iman untuk masuk kedalam kerajaan Allah bagi persekutuan dan pelayanan hidup. Dari pengertian yang dikemukakan diatas, kata “panggilan” berarti ajakan Allah terhadap semua orang percaya untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang berhubungan dengan tanggungjawab seseorang terhadap penatalayanan.
Dari pernyataan diatas panggilan mengandung hubungan antara, dua pihak yaitu yang memanggil dan yang dipanggil.perlu diketahui bahwa panggilan berbeda dengan perintah, sebab panggilan bersifat ajakan, sedangkan perintah lebih bersifat keharusan atau diwajibkan. Yang memanggil punya maksud tertentu bagi yang dipanggil. Bisa saja menarik, menguntungkan dan tidak segampang mungkin untuk menerima panggilan. Ada panggilan yang bersifat paksaan seperti panggilan untuk menghadap.

Panggilan Tuhan kepada nabi Yunus merupakan panggilan yang menguntungkan, dikatakan menguntungkan oleh karena ia disuruh pergi ke kota Ninewe untuk menyampaikan berita yang disampaikan oleh Tuhan melalui nabi Yunus kepada orang-orang yang ada di kota Ninewe. Panggilan ditujukan kepada orang-orang tertentu, yang lazim dikenal namanya, namun nabi Yunus secara langsung dipanggil oleh Tuhan dengan menyebut namanya (yun 1:2; 3:1). Demikian juga Musa dan Samuel langsung dengan menyebutkan nama mereka (kel 3:4; I Sam 3:4), jadi panggilan bukanlah pengumuman atau suatu hal yang dikhabarkan meialui orang kemudian disampaikan kepada orang yang dipanggil. Panggilan tidak ditujukan kepada sembarang orang atau kesemua orang. Bangunlah, pergilah, dan berserulah (Yunl:2; 3:2) ketiga kata ini sepertinya suatu perintah atau suruhan dibandingkan “Aku mengutus engkau” kalimat ini berbentuk penegasan (Kel 3:10).
Nabi Yunus tidak meresponi panggilan Tuhan yang pertama dan ia merasa kota Ninewe tidak perlu dipulihkan, sebab orang-orang Ninewe bukan umat pilhan Allah dan juga oleh karena bangsa Ninewe adalah bangsa yang kafir, penyembah berhala atau bangsa yang jahat di mata Tuhan, sehingga nabi Yunus berkeinginnan bahwa biarkan saja bangsa kafir itu dibinasakan atau ditunggangbalikkan.
Permintaan mendesak disini bisa dikatakan bahwa orang-orang Ninewe itu kejahatannya sudah sangat memuncak dimata Tuhan sehingga Tuhan mengutus nabinya untuk pergi menyampaikan berita Tuhan. Perilaku penduduk Ninewe sangat jahat sampai ke muka Tuhan. Berarti penduduk Ninewe menambah dosa-dosa, seakan-akan dosa-dosanya membukit sampai masuk ke depan tahta Allah. Maka sudah ada alasan yang cukup jelas untuk menghukum penduduk Ninewe tanpa diberitahukan sebelumnya. Oleh karena rahmat dari Tuhan, maka Allah memberikan kesempatan bagi Ninewe untuk bertobat melalui peringatan yang cukup tajam.

Setiap orang yang mendapat kesempatan yang sama dalam panggilan Tuhan, tetapi reaksi dan tanggapannya belum tentu sama. Oleh sebab itu panggilan sebagai pelayan Allah dapat dilihat dari dua unsur panggilan yaitu: Aktifitas Allah yang memanggil dan ketidaksediaan iman bagi seseorang untuk meresponi atau menjawab panggilan Tuhan. Setiap orang yang merasa terpanggil harus merasa benar-benar siap menerima panggilan Tuhan dan meresponi bukan dengan kehendak hatinya akan tetapi dengan kehendak Allah. Nabi Yunus dalam panggilannya ia tidak menaatinya. Namun dengan tindakannya sendiri pergi ketempat yang sebenarnya tidak diperintahkan oleh Tuhan atau pergi kearah yang berlawanan. Sangat jelas bahwa nabi Yunus tidak mau pergi ketempat yang Tuhan perintahkan, namun Yunus sudah mngetahui kejahatan yang dilakukan oleh penduduk Ninewe yang didalamnya, banyak jiwa. Panggilan Tuhan kepada rasul Paulus ia menyangkal dirinya dan meniggalkan kehidupan yang lama dan mengikut Tuhan. Saat ia mengalami pertobatan Paulus lebih mengutamakan akan panggilannya jika dibandingkan dengan kepentingan pribadinya. Ini merupakan suatu sikap utama bagi pribadinya saat mengambil suatu keputusan didalam melayani Tuhan.
Dari pernyataan diatas bahwa rasul Paulus memberanikan diri dalam meyampaikan Injil kepada saudara-saudari yang masih hidup dalam kegelapan. Paulus ditetapkan oleh Tuhan dan mempunyai sikap yang benar-benar bertanggungjawab atas panggialn Tuhan. Paulus mempunyai suatu keyakinan bahwa dalam menyampaikan Injil bukan karena mengandalkan kebolehannya atau kehebatannya, namun didalam mengabarkan Injil benar-benar paulus mengandalkan Tuhan dan paulus selalu dipimpin oleh kuasa Tuhan. Panggialn itu bukan hanya sekedar memanggil atau menyebut orag kudus tetapi panggilan yang diketahui di sini yaitu panggilan untuk membawa orang-orang percaya menjadi kudus dihadapan Tuhan yang maha suci.
Sebagai hamba Tuhan yang terpanggil hendaklah hidup senantiasa kudus di hadapanNya dan selalu mengandalkannya. Nabi Yunus dipanggil untuk pergi menyampaikan berita kepada penduduk di kota Ninewe yang masih hidup dalam kejahatan dan dengan kuasa Tuhan Ninewe dipimpin melalui nabiNya untuk hidup didalam Tuhan. Jika seseorang yang dipanggil oleh Tuhan hendaklah juga bersikap sadar bahwa dipanggil untuk bertanggungjawab sebagai pemberita Injil/kabar baik. Jadi bukan saja hanya mendengar panggilan itu, kemudian mendiamkan diri, tetapi menerima panggialn ilahi itu dan mau bertanggungjawab dan akan dipimpin kepada kebenaran Tuhan. Hendaknya seorang pelayan sungguh-sungguh menyerahkan diri pada Tuhan dan rela memberi diri untuk melayani didalam pekerjaan Tuhan. Hal ini merupakan suatu sikap yang hendaknya diambil dan merupakan tujuan utama bagi kemuliaan Tuhan. Selain itu harus setia dan lebih mementingkan pelayanan kepada Tuhan diatas segala-galanya.

Pemimpin kristen tidak boleh terpengaruh dengan pola kepemimpinan dunia. Sikap ini diekspresikan dengan menolak pola kepemimpinan tangan besi yang cendrung berkuasa dan ingin besar/terkenal sehingga mengabaikan tanggungjawab yang diabaikan kepadnya, yang dilakukan demi kepentinagn diri sendiri, dan bukan demi kepentingan orang yang dilayani. (Yakob Tomatala, 1997:58). Dalam hal ini, nabi Yunus tidak bermaksud menyombongkan dan meninggikan dirinya sebagai seorang nabi/ penyambung lidah Allah melainkan Yunus meninggikan panggilan yang berasal dari Allah itu. Yunus hanya diberi kuasa untuk menjadi nabi Allah. Nabi Yunus dipanggil oleh Allah untuk melayani orang-orang Ninewe, dimana orang-orang Ninewe hidup dalam kejahatan penyembahan berhala. Oleh sebab itu Allah memerintah nabinya untuk menyampaikan berita pertobatan kepada Ninewe. Dengan membawa berita pertobatan bukan untuk kepentingan dirinya melainkan demi kemuliaan nama Tuhan dan demi keselamatan penduduk Ninewe.

“Memberitakan Injil berarti 'memberitakan kabar baik', terutama-mengenai kemenangan militer yaitu yang terdapat dalam I Sam 31:9. Selain itu juga memberitakan Injil dipakai untuk menceritakan berita kedatangan kerajaan Allah ditengah-tengah manusia, bahwa kuasa Allah susah dinyatakan di muka bumi (Yes 40:9; 60:6; 61:1) jadi “menginjili” dipakai juga untuk menceritakan peristiwa yang luar biasa, bukan berarti dipakai oleh orang untk menganggab dirinya hebat, tetapi dalam Rom 1: 1 bahwa “kabar baik” yang diberitakan adalah berita yang luar biasa dari Allah. Adapun pelaksanaan panggilan terjadi dengan pemasyuran Injil yang diberitakan oleh rasul Paulus kepada orang-orang Korintus (Mat 28: 19, 20).

Melalui pemberitaan Injil nama Allah diberitakan kepada dunia maka bagi siapa yang menerimanya dan percaya kepadanya maka akan di damaikan dengan Allah. Panggilan Allah seperti demikian telah terjadi dalam perjanjian lama dimana panggilan terbatas yaitu kepada beberapa orang saja misalnya Abraham, Isak, dan Yakub atau hanya pada Bangsa Israel. Menurut Rasul Paulus bahwa bagi bangsa lain biarlah Allah yang mengikuti jalannya masing-masing. Jadi hanya Yakublah dan Israellah yang firmannya, ketetapannya-ketetapan dan hukumannya disampaikan,sedangkan Allah tidak berbuat demikian maz. 147; 19-20.
Tindakan Allah terhadap niniwe Allah mengutus nabinya ketempat yang belum pernah mendengar kabar tentang Allah supaya dengan berita pertobatan yang disampaikan dapat berbalik dari perbuatan jahat dan datang pada Allah sebagai sumber keslamatan, dan melalui kemulian Tuhan boleh bangsa-bangsa lain ikut menikmati kemulian Tuhan sebingga firman Tuhan Allah dimasyurkan diseluruh muka bumi.
Dalam panggilan Tuhan Allah menarik orang-orang yang hidup dalam kegelapan agar mereka boleh pindah kepada terang Allah yang ajaib. Melalui pemberiiaan Injil orang-orang dapat menrima Tuhan sebagai Allah penyelamat sebagaimana yang dijelaskan oleh Harun Hadwijono bahwa, “hal itu disebabkan oleh Alkitab, Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Roma 1:16) demikian juga menurut alkitab, firman Allah adalah hidup kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun (Ibr. 4:12) yang tidak akan kembali kepada allah dengan sia-sia, tetapi yang akan melaksanakan apa yang dikehendaki Allah (Yes 55:11).

Melalui nabi Yunus Allah membawa orang-orang Ninewe keluar dari dosa kecemaran supaya dipersatukan dengan Kristus. Ninewe diterima oleh Allah dalam Kristus, karena Ninewe juga menjadi milik Kristus dan karena Allah memandang semua bangsa sebagai orang-orang yang diselmatakan dan dikuduskan karena penebusanNya.
Pendidikan Agama Kristen Berbasis Keilahian Yesus

Pendidikan Agama Kristen Berbasis Keilahian Yesus

Ajaran Yesus itu Tuhan bukan ajar seseorang namun lebih dari pada itu ajaran Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa Yeus itu TUHAN. Ketuhanan Yesus bukan sejak konsili Nicea 325 namun Para murid menyatakan bahwa Yesus itu TUHAN.
Dalam wikipedia disebutkan bahwa sebagian besar denominasi Kristen, menyatakan atau tepatnya mengajarkan bahwa Yesus itu Putra Allah artinya asalnya dari TUHAN. Yesus itu anak Allah. Apakah Allah itu punya anak? Dalam terminologi Kristen, Anaka Allah adalah ungkapan yang menegaskan makna bahwa Yesus berasal dari TUHAN. Yesus juga diyakini mesias atau Juruselamat manusia. Ia menyelematkan manusia dari dosa.
Dalam wikipedia juga dinyatakan bahwa hampir semua akademisi antikuitas modern setuju bahwa Yesus ada secara historis, dan para sejarawan menganggap bahwa Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) adalah sumber-sumber terbaik untuk meneliti historisitas Yesus.
LAlu apa itu Pendidikan AGama Kristen berbasis keilahian Yesus Kristus?
Maksudnya yakni Pendidikan AGama Kristen tidak dapat dipisahkan dari iman Kristen bahwa Yesus itu Tuhan, atau Pendidikan Agama Kristen yang berbasis Kristologi Atas. Kristologi atas menekankan tentang keilahian Yesus. Dalam pendekatan ini, pelaksanaan PAK di sekolah harus didasarkan pada kuasa nama Yesus. Dalam nama Yesus ada kuasa dan kuasa itu membuat Iblis kalah.
Para Pendidik Kristen yang melaksanakan Pendidikan AGama Kristen di daerah yang lebih banyak pengaruh okultisme dapat mengembangkan Pendidikan Kristen berbasis Kristologi atas atau penekanan pada kelilahian Yesus Kristus. Yesus adalah TUHAN. Dalam nama Yesus ada kuasa.
Pendidikan AGama Kristen yang berbasis keilahian Yesus menolong para guru PAK agar berani mendoakan peserta didik yang dipengaruhi roh jahat dalam kuasa doa dalam nama Yesus. Berdoa dalam keyaikinan iman kepada Yesus adalah Tuhan yang berkuasa. Kuasa-Nya tidak berubah dari zaman ke zaman. Sekarang butuh pendidik Kristen yang bersedia melaksanakan PAK dalam pendekatan Kristologi Atas.
Guru-guru Pendidikan AGama Kristen yang terbiasa membangun keyakinan akan ada kuasa dalam nama Yesus mampu melaksanakan pendidikan Kristen di tempat-tempat yang ditakuti secara ilmu gaib. Hanya menyebut nama Yesus maka kuasa-kuasa gaib itu terguncang dan akan lari meninggalkan tempat dimana sang guru PAK melaksanakan tugas pendidikan Kristen.

Selamat melaksanakan Pendidikan AGama Kristen berbasis Kristologi Atas.

Salam