Dari Katekese ke Pendidikan Agama Kristen

Pendidikan Kristen kali inimenurunkan tulisan tentang katekese dan PAK dengan ramuan topik: Dari Katekese ke Pendidikan Agama Kristen: Bolehkah kita mengucapkan Selamat Tinggal Katekese?
Kata “katekese” berasal dari kata kerja Yunani “katechein”, artinya menyuarakan dengan keras, menggemakan, atau mengumumkan. Dengan demikian, secara etimologi (asal usul kata), katekese berarti pengajaran lisan. Lalu kapan kata “katekese dipakai”? dan oleh siapa?.





Test blog untuk mengetahui mobile friendly

Pertanyaan di atas tidak mudah dijawab. Saya hanya mengatakan bahwa kata “katekese” pertama kali dipakai dalam Perjanjian Baru, tentu oleh penulis Perjanjian Baru yang adalah murid Yesus. Dengan begitu, kata katekese yang dipakai dalam Perjanjian Baru memiliki makna pengajaran lisan di mana penjelasan yang sangat sederhana diberikan kepada orang-orang seperti secara lembut atau memberi susu dari pada memberi makanan keras yang diberikan kepada anak-anak kecil. Jadi, bila kita menemukan katekse dalam bahasa Yunani yang dipakai dalam Perjanjian Baru maka artinya yaitu menggemakan kembali secara lisan terus berlangsung di gereja mula-mula, dimana hal itu dipahami sebagai nasehat lisan untuk menjalani kehidupan yang bermoral (Thomas H. Groome, 2011: 38-39)

Apakah kita yang Kristen mengatakan “selamat tinggal kata ketekese atau ketekisasi dan kami beralih menggunakan istilah lain seperti ibadah Remaja dan pemuda, atau tetap mempertahankan kata katekese/katekisasi? Tentu bergantung pada kita. Ada gereja-gereja tertentu yang menggunakan kata “katekese atau katekisasi”, ada pula yang tidak menggunakan kata katekisasi namun memakai istilah lain yang maknanya sama.





Bagi kita yang berasal dari denominasi Gereja Calvinis dan Lutheran, katekese nampaknya sulit dilepaskan, bila dilepaskan maka terasa sedih di hati, bahkan mungkin tidak terima jika kata itu tidak dipakai lagi.
Kita kenal ada pelaksanaan pengajaran iman Kristen di gereja bagi mereka yang akan diterima menjadi anggota gereja, yaitu melalui katekisasi dan akhir dari katekisasi yang berlangsung dalam jangka waktu yang relatif lama, lalu diadakan sidi (peneguhan) bagi sejumlah pemuda-pemudi yang telah mengikuti katekisasi.

Ada sejumlah pengajaran iman Kristen yang diajarkan oleh pendeta atau pendeta yang dikhususkan dalam pengajaran untuk mengajarkan para pemuda tentang iman Kristen atau doktrin Kristen, kemudian setelah dievaluasi bahwa peserta katekisasi telah mampu dengan sejumlah pengaran tentang pokok-poko iman Kristen dan ditahbiskan atau tepatnya disidi menjadi warga gereja dengan status anggota gereja dari gereja Yesus Kristus.

Jadi, apakah kita meninggalkan katekese dan beralih ke Pendidikan AGama Kristen? Saya kira dua-duanya jalan. Yang satu berlangsung di Gereja, sedangkan Pendidikan Agama Kristen berlangsung di satuan pendidikan formal seperti SD, SMP, SMA/SMK, serta perguruan tinggi berbentuk: Universitas, Institut, dan Sekolah Tinggi. Dengan demikian saya kira tidak ada selamat tinggal katekisasi tetapi selamat menekuni katekisasi sampai imanmu kokoh di dalam Yesus Kristus.

Salam

Metode Blended Learning Dalam Pendidikan Agama Kristen

Metode Blended Learning Dalam Pendidikan Agama Kristen

Saya bersyukur karena pembahasan ini dapat menginspirasi orang-orang yang berkecimpung dalam studi Pendidikan Agama Kristen pada tataran S1, S2 dan S3 untuk meneliti pembelajaran dengan metode blended learning di satuan pendidikan seperti SD, SMP, SMA/SMK. Saya tahu bahwa ada guru PAK yang mengajar pada satuan pendidikan formal yang sedang mengikuti studi S1, S2 dan S3. Misalnya guru PAK yang mengajar di SD dapat meneliti Implementasi Metode Blended Learning Pendidikan Agama Kristen di SD ... dan seterusnya. Dalam hal ini disiplin ilmu Pendidikan Agama Kristen terbuka terhadap berbagai metode yang dapat dipakai untuk menyampaikan pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Salah satu metode tersebut yakni "Metode Blended Learning". Metode Blended Learning memadukan pembelajaran secara tatap muka di kelas maupun pembelajaran mandiri secara off line, dan pembelajaran online.





1. Pembelajaran tatap muka di kelas.

Model pembelajaran ini sudah, telah dan akan menggunakan pembelajaran tatap muka di kelas (satau pendidikan) dan ruang kuliah (perguruan tinggi). Dalam pendidikan Kristen, seperti yang kita tahu. Pendidikan Agama Kristen di lakukan di ruang-ruang kelas dan ruang kuliah secara tatap muka.

2. Pembelajaran Mandiri secara off line

Pembelajaran ini dilakukan tanpa koneksi internet. Artinya peserta didik telah mendapatkan pelajaran Pendidikan Agama Kristen yang didownload lalu disimpan dalam laptop maupun flashdisk. Peserta dapat melakukan pembelajaran dengan melihat materi yang sudah didownoad

3. Pembelajaran Online

Pendidikan Agama Kristen juga dapat dilakukan secara online. Untuk pembelajaran ini, materi yang dipelajari telah dimuat dalam situs dan dapat diakses di mana saja. Dengan demikian peserta didik dapat mengatur waktu belajarnya. Saya memiliki sejumlah blog yang saya desain khusus untuk pembelajaran online. Saya membuat bahan ajar online untuk sejumlah mata kuliah yang saya ajar.
Para pendidik Kristen di satuan penddikan seperti di SD, SMP dan SMA/SMK dapat membuat blog dan memposting bahan ajarnya sehingga memudahkan peserta didik belajar secara online.

Bila Guru Agama Kristen melakukan apa yang saya anjurkan maka peserta didik akan belajar Pendidikan Agama Kristen di rumah maupun di tempat lain melalui beberapa gadget, yakni:
1. Laptop
2. Handphone Android
3. iPad
4. Desktop


Pembelajaran online dapat kita lakukan secara baik karena perkembangan teknologi internet. Sekarang saya semakin tertarik dengan memanfaatkan blogspot untuk membuat bahan ajar online. Ada template-template blogger yang kita dapat gunakan sehingga blog tampil secara profesional. Dengan penampilan blog seperti itu, peserta didik dapat tertarik mengikuti pembelajaran online.
Kita memanfaatkan blogspot untuk membuat bahan ajar. Kita tidak perlu biaya pemeliharaan karena semua dijamin oleh blogspot. Kita hanya menggunakan blogspot secara bertanggungjawab. Kita tidak boleh menggunakan blogspot untuk tujuan yang merugikan orang lain.
Bila kita membuat blog sebagai bahan ajar online maka kita harus mengingat komponen-komponen dalam membuat bahan ajar seperti:
Penentuan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Indikator. Sedangkan dalam kurikulum berbasis KKNI, kita mendengar istilah Capaian pembelajaran Lulusan dan beberapa istilah lain. Bagi yang mengajar di SD, SMP, dan SMA akan menggunakan kurikulum 2013 revisi 2019 dan bagi guru Agama Kristen yang mengajar di SMK pasti menggunakan kurikulum berbasis KKNI. Paradigma dari dua kurikulum ini tentu berbeda tetapi saling melengkapi.Penggunaan kurikulum KKNI di SMK bertujuan agar peserta didik di SMK mempunyai kompetensi yang mendasar pada KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional)





Para peserta didik di SMK dipersiapkan untuk kerja maka mereka harus memiliki kemampuan atau kualifikasi standar. Dengan kualfikasi demikian maka mereka dapat diterima di tempat-tempat kerja seperti di restoral, dan tempat kerja lainnya yang membutuhkan lulusan SMK.
Pembelajaran online dengan menggunakan metode blended learning tetap menggunakan kurikulum yang ditentukan. Misalnya kurikulum K13 revisi 2019, kurikulum berbasis KKNI.
Dengan pembelajaran online metode blended learning, para peserta didik yang kerja sambil kuliah memperoleh kesempatan terbaik untuk melanjutkan studinya tanpa harus meninggalkan kerjanya. Jadi, bekerja sambil kuliah.

Salam
ttd
Dr. Yonas Muanley, M.Th.
Bila ada yang mengutip artiel ini untuk kepentingan karya Ilmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi) tolong cantumkan nama dan link dengan contoh sbb:

Yonas Muanley, Metode Blended Learning Dalam Pendidikan Agama Kristen. https://dinamikapendidikankristen.blogspot.com/2019/08/metode-blended-learning-dalam.html (Diakses, ..../... 2019)
Bila ingin diskusi, silakan telepon saya di: 081388662585

Sumber: Pixabay

Studi Teologi Kristen di Australia

Apakah Anda berminat untuk studi Teologi di Australia? Anda pasti memiliki kerinduan tersebut. Ya memang studi ke luar negeri sangat menyenangkan. Dalam hal ini mendapat peluang untuk studi di luar negeri. Salah satunya yaitu mengikuti pendidikan teologi di Universitas-niversitas yang memiliki program studi teologi di Autralia. Misalnya Anda dapat mengunjungi Sydney

Sambil anda kuliah di AUstraia, Anda dapat menikmati keindahan kota-kota besar di Australia. Bila Anda tinggal di Bali maka Anda dapat menggunakan penerbangan langsung dari Bali ke Australia. Bila Anda tinggal di NTT maka Anda dapat melakukan penerbangan dari bandar Eltari Kupang ke Austrlia. Bila Anda tinggal di Jakarta maka Anda dapat menggunakan bandara Internasional Soekarno Hatta ke Austrlia. Bila Anda di Surabaya maka Anda tentu menggunakan bandara di sana untuk penerbangan komersial ke Australia.






The University of Notre Dame Australia. Menurut beberapa informasi, Universitas ini kampusnya ada di beberapa kota yaitu Sydney, Perth dan Broome. Untuk mencari infomasi studi di universitas ini silakan dapatkan info di Universitas Terkenal di Australia

Sambil membaca Artikel Renungan Kristen

Seperti yang telah dijelaskan di atas maka dosa Adam dan Hawa mempunyai dampak negatif, baik oleh manusia maupun oleh lingkungan di mana manusia herada. Ini berarti penyakit fisik dan mental merupakan akibat dari dosa Adam. Bahkan bencana alampun adalah akibat dari dosa manusia pertama, kata Firman Tuhan tanah menjadi terkutuk karena dosa Adam (Kej 3:17). Juga sakit penyakitpun dipahami sebagai dampak dari dosa “asali. Penulis katakan demikian karena jika Adam dan Hawa tidak berbuat dosa maka penderitaan tidak bakal terjadi di dunia. Namun ada kasus khusus yang tidak dapat dihubungkan dengan dosa dan merupakan satu kekecualian.
Kasus khusus yang dimaksudkan di atas dapat dipahami dalam ayat-ayat ini: Ayub 1, 2; Yohanes 9:3; II Kor 12;7. Kasus ini akan diuraikan secara terpisah pada pembahasan berikut.





Dari uraian di atas tidak dimaksudkan untuk melepaskan tanggung jawab pribadi atas setiap pelanggaran dan akibatnya serta bersikap selalu mempersalahkan Adam tetapi yang perlu dipahami di sini bahwa dampak dosa itu begitu fatal bagi manusia. Memang di dalam Adam semua manusia dilahlrkan dalam keadaan berdosa dan akibat pelanggaran Adam sebagai leluhur manusia tetap dialami oleh setiap orang namun kesalahan pri¬badi adalah tanggung jawab pribadi juga, bukan tanggung jawab Adam.
Setiap orang baik itu orang non Kristen maupun orang Kristen secara keturunan alamiah dari Adam selalu merasakan dampak dari dosa asali. Dosa asali menurut Donald Guthrie ialah kecenderungan berbuat dosa sebagai wariaan turun temurun.
Dengan melihat uraian di atas dapatlah dipahami bahwa manusia (orang Kristen Injili) berada pada lingkungan yang terkutuk, tubuh yang gampang diserang saki$ penyakit, kematian bahkan sifatpun tercemar sehingga berbagai sikap negatif akan muncul dalam kehidupan manusia. Lingkungan yang terku¬tuk membuat manusia baik yang Kristen dan non Kristen hidup dalam lingkungan yang tidak sempurna dan ganas sejak dosa Adam.

Kehidupan manusia Dalam. lingkungan yang tercemar ini dapat mengalami berbagai peristiwa yang menyakitkan. Dan ini semuanya dipulangkan pada diri Adam sebab oleh Adam dosa masuk ke dunia.
Roma 5:19 berbunyi “... oleh ketidaktaatan. satu orang semua orang menjadi orang berdosa,” oleh karena dpsa Adam, se-mua orang lahir ke dalam dunia dengan peraagai yang rusak serta berada di bawah hukuman Allah (Roma 5:12; Efesus 2:13).”
Alkitab berbicara bahwa tindakan dan kecenderungan untuk berbuat dosa bersumber pada perangai yang rusak (Lukas 6: 43-45; Matius 12:34). Kematian, hukuman atas dosa Adam juga menimpa orang-orang yang tidak melakukaa dosa awal itu (Roma 5:12-14).
Pertanyaan yang muncul atas kehidupaa manusia yang memiliki sifat negatif yakni “bagaimana kita bisa bertanggung jawab atas perangai yang rusak yang tidak berasal dari diri kita sendiri dan bagaimana Allah dapat secara adil menuduh kita ikut melakukan dosa Adam?” Ada banyak teori ten tang dosa Adam yang dihitung kepada keturunanaya, dan teori yang dimaksud seperti; teori pelagianisme, Armiaianisme, penghitungan tidak langsung, realistis, federal dan personalitas. Masing-masing teori yang disebutkan di atas berusaha membahas dosa Adam yang berdampak negatif buat keturunannya namua penulis tidak membahasnya di sini. Cukup disebut kesimpulan dari teori itu, yakni semua manusia telah mewarisi sifat berdosa ( Ayub 14:4; 15:14; Maz 51:7; Roma 5:12; Efesus 2:3).

Sumber: Pixabay


Kristologi Edukatif Sebagai Dasar Dinamika Pendidikan Kristen

Malam ini saya menemukan sebuah istilah yang lahir dari pemikiran saya ketika menulis dinamika Pendidikan Agama Kristen di SD. Kristologi Edukatif atau Kristologi Didaktik. Kristologi Edukatif atau Kristologi Didaktif adalah studi teologis tentang kegiatan Yesus sebagai guru dan melakukan tugas-tugas pengajaran sebagaimana yang disampaikan dalam Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes). Saya sedang merencanakan untuk menulis buku tentang Kristologi Edukatif. Dengan demikian, disini saya hanya perkenalkan kepada pembaca secara garis besar dari Kristologi Edukatif. garis besarnya sbb:

1. Pengertian Kristologi Edukatif secara filosofis dan biblika
2. Kristologi Edukatif Menurut Matius
3. Kristologi Edukatif Menurut Markus
4. Kristologi Edukatif Menurut Lukas
5. Kristologi Edukatif Menurut Yohanes
6. Kristologi Edukatif menurut Surat-Surat Paulus
7. dst

Penjabaran pokok-pokok berteologi dari point 1-6 murni dari pemikiran saya, tanpa saya kopi paste. Sementara istilah Kristologi adalah warisan, demikian juga sebutan Edukatif. Kata edukatif juga warisan. Saya tidak tahu siapa yang pertama kali menggunakan istilah Kristologi dan Edukatif. Namun penggabungan dua kata ini baru dilakukan oleh Yonas Muanley menjadi KRISTOLOGI EDUKATIF dan tujuh pokok bahasan atau 7 Capaian Pembelajaran mata kuliah Kristologi Edukatif, yang dibuat pada malam tanggal 14 Agustus 2019 sekitar pukul 02.00.
Selanjutnya menunggu buku khusus tentang topik ini dalam penulisan yang akan datang





Bagi mereka yang mengajar Pendidikan Agama Kristen mari kita berkristologi Edukatif dan berusaha menemukan semangat Kristologi Edukatif dalam pengajaran kita untuk mata kuliah yang kita ajarkan di Sekolah Tinggi Teologi, bagi guru-guru PAK, tentu mengajar di satuan Pendidikan seperti SD, SMP dan SMA/SMK. Kristologi Edukatif bersumber pada kesaksian Injil Sinoptik. Injil Sinoptik memberi kesaksian tentang pengajaran yang Yesus lakukan dan dicatat oleh para murid Yesus.

Kristologi Edukatif mungkin belum ada bukunya. Hal ini disebabkan karena istilah ini atau nama teologi ini baru saya dapatkan dari proses berpikir saya malam hari ini tanggal, 15 Agustus 2019 Pukul 02.00 subuh.

Saya tidak melanjutkan penjelasan Kristologi Edukatif di laman ini karena saya sedang berencana menulis buku tentang Kristologi Edukatif. Harap menanti buku tersebut.

Mohon tidak dikopi paste dan diterbitkan atau diposting di blog lain tanpa izin. Hargai pemikiran saya. Anda cara nama Kristologi ini tidak akan ketemu kecuali di blog dinamika pendidikan Kristen. Bila Anda terpaksa kopi paste, harap tulis link artikel ini. Bila Anda menulisnya sebagai sebuah topik penelitian mohon ide awalnya diambil dari blog ini. Artina Anda menyebutkan link blog ini di skripsi atau tesis dan disertasi yang kebetulan idenya diambil dari sini.

Saya Yonas Muanley, dosen ber-NIDN dan memiliki sertifikasi dosen serta memiliki sertifikat AAdari Universitas Negeri Solo. Pelatihan itu membuat saya mampu memilikirkan mata kuliah baru berdasarkan kompetensi. Beberapa diantaranya: Teologi Inspirasi. Teologi ini berbasis pada visi lembaga dimana saya bekerja sebagai dosen dan menjadi pimpinan STT tersebut. Selain itu, saya akan menulis sebuah Teologi Baru yakni Kristologi Edukatif. DUlu masih S1, saya menulis Kristologi Atas dan Bawah, dosen Kristologiku tidak mengajar Kristologi atas dan bawah tetapi saya menemukan dalam buku dan membahasnya dalam bentuk sebuah artikel di majalah kampus STTIA




Kritsologi Edukatif juga menjadi salah satu contoh untuk visi prodi Teologi di sekolah yang saya pimpin. Visi prodi Teologi yakni menjadi teolog yang handal ...". Saya kemudian meminta dosen untuk memberi contoh kemampuan berteologi itu. Saya sendiri membuat dua teologi yaitu (1) Teologi Inspirasi yang berbasis Visi Institusi dan Visi Prodi. (2) Kristologi Edukatif. Saya akan mencoba dan menerbitkan di Jurnal, kemudian dijadikan sebagai buku.

Salam

Yonas Muanley

Sumber:Pixabay

Dinamaika Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Dasar

Dinamika Pendidikan Kristen atau dapat pulan disebut dengan penambahan sebuah kata untuk membedakan yaitu agama, dengan demikian menjadi Dinamika PEndIdikan Agama Kristen. Lalu apa dinamika Pendidikan Kristen itu? Jawaban atas pertanyaan ini kita temukan dalam beberapa jawaban berikut ini.
Pertama, Pendidikan yang dilaksankan atas Intruksi Ilahi







Apa itu instruksi Ilahi? Instruksi ilahi adalah sabda-Nya kepada manusia sejak manusia pertama diciptakan dan perkembangan manusia selanjutnya.Dalam kitab Kejadian 1:28 ... Allah berfirman kepada mereka (manusia pertama, Adam dan Hawa). Allah berfirman kepada mereka atau Allah berbicara kepada manusia pertama. Disini Allah mengajar kepada manusia melalui logos-Nya atau firman-Nya, firman-Nya kepada manusia pertama sangat jelas yaitu mereka (Adam dan Hawa) mendapat instruksi TUHAN sebagai pengajar utama dan pertama bagi mereka dalam hal keturunan. Kemudian dalam Kejadian 2:16 TUHAN Allah memberi perintah kepada manusia tentang kebutuahan mereka yakni mereka harus memenuhi kebutuhan berdasarkan apa yang diizinkan TUHAN dan tidak boleh memanfaatkan apa yang dilarang oleh TUHAN. Selanjutnya dalam Kejadian 3:9, TUHAN Allah memberi pertanyaan kepada mereka karena manusia itu telah melakukan kesalahan, akhir dari proses itu, manusia diusir keluar dari Taman Eden. Narasi lengkapnya baca Kejadian 3:1-24.Pengajaran itu berlangsung sampai terbentuknya bangsa Israel dan dalam perkembangan selanjutnya, TUHAN Allah adalah pengajar utama terhadap umat manusia. Ia mengajar dalam dimensi roh,tidak dapat dilihat namun kuasa-Nya terasa dalam pengajaran dan fasilitas yang tersedia untuk pelaksanaan pendidikan.Artinya TUHAN Allah telah memperlengkapi dunia ini dengan fasilitas yang terbaik agar para guru dan peserta didik dapat melakukan belajar mengajar secara baik. Misalnya bila TUHAN mengmbil udara maka guru, para orangtua dan anak-anak tidak dapat melaksanakan pendidikan di sekolah maupundi rumah.

Berdasarkan penjelasan di atas,kita menyimpulkan bahwa dinamika Pendidikan Agama Kristen didasarkan pada TUAHN Allah dan firman-Nya. Itulah sebabnya ada dinamika dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen di satuan Pendidikan Sekolah Dasar dan satuan pendidikan selanjutnya. Para pendidik Kristen, baik profesional maupun pendidik biasa seperti para orangtua Kristen, melaksanakan pendidikan keagamaan terhadap anak-anaknya dengan keyakinan bahwa pendidikan agama adalah perintah TUHAN. Namun penegasan itu tidak bermaksud untukmenyatakan bahwa pendidikan umum tidak penting. Pendidikan umum penting karena dapat membantu proses Pendidikan Agama Kristen. Misalnya Pendidikan Bahasa Indonesia menolong keluarga Kristen untuk membaca Alkitab dan menyampaikan isi Alkitab dalam bentuk pengajaran kepada anak. Demikian pula matematika menolong kita untuk berhitung, mengetahui pasal dan ayat-ayat dalam Alkitab, perhitungan waktu dalam Alkitab. demikian seterusnya untuk mata pelajaran umum lainnya.

Kedua, Pendidikan yang dilaksanakan atas Perintah atau Amanat Agung TUHAN Yesus

TUHAN Allah yang mengajar kepada manusia secara roh atau tidak nampak, pada masa Perjanjian Baru TUHAN Allah itu menyatakan diri melalui Yesus Kristus. Sejumlah murid Yesus memiliki pengalaman langsung bagaimana Yesus TUHAN itu mengajar mereka dan selanjutnya TUHAN Yesus memberi mandat Agung kepada murid-murid untuk melaksanakan tugas mengajar umat untuk melakukan apa yang Yesus perintahkan kepada para murid dan umat yang percaya.
Saya menggunakan sebuah istilah yaitu Kristologi Edukatif. Selanjutnya istilah ini menjadi Teologi yang dikemukakan Yonas Muanley. Kristologi Edukatif adalah pelajaran tentang Yesus dari aspek pengajaran-Nya sebagaimana yang disaksikan dalam Perjanjian Baru. Injil Sinoptik banyak mendeskripsikan terhadap Kristologi Edukatif. Kristologi Edukatif menjadi dinamika Pendidikan Agama Kristen di satuan pendidikan seperti di SD dan pendidikan selanjutnya.
Kristologi Edukatif menurut Injil Matius yang kita dapat baca di dalam Matius 7:15-23. Dalam ayat-ayat ini Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya tentang pengajaran yang sesat. Mereka harus waspada terhadap nabi-nabi Palsu. Selanjutnya baca: Kristologi Edukatif.





Ketiga, Pendidikan Agama Kristen yang berbasis Pnemumasentris

Dinamaika Pendidikan Agama Kristen didasarkan pada karya Roh Kudus dalam diri para pendidik Kristen (orangtua, guru dan dosen)dalam proses pendidikan agama Kristen. Di dalam Karya Roh Kudus, Roh itu masuk dalam hati dan mengubah hati manusia dan membuat perubahan dalam kehidupan komunitas pendidikan Kristen. Guru dan dosen serta para peserta didik meyakinkan pimpinan Roh Kudus dalam dirinya untuk melakukan proses pendidikan. Guru tidak dapat masuk ke hati murid, demikian juga dosen dan para orangtua. Oknum yang dapat masuk dalam hati seseorang dan membuat perubahan hidup yakni Roh Kudus. Itulah sebabnya warga pembelajar wajib melaksanakan pendidikan Kristen dalam keyakinan pada karya Roh Kudus. Dalam hal ini, dinamika pendidikan Kristen hanya terjadi jika Roh Kudus berkarya dalam diri setiap orang. Karya Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari karya TUHAN (Bapa) dan Yesus Kristus.

Semoga bermanfaat.

Salam

Yonas Muanley

Sumber:Pixabay

Pengaruh Sepatu Impian Pendidik Terhadap Semangat Mengajar

Benarkan Sepatu Impian Pendidik Terhadap Semangat Mengajar? Silakan ikuti dalam artikel berikut ini.
Guru dan dosen adalah pendidik profesional. Guru melaksanakan tugas mendidik dan mengajar secara profesional di satuan pendidikan seperti Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Dasar Swasta, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan swasta.







Salah satu variabel yang meleket dalam diri guru dan dosen dalam melaksanakan tugas adalah memiliki sepatu yang diimpikan. Ada banyak merek sepatu dengan kualitas yang berbeda pula. Jadi, sepatu yang diimpikan guru dan dosen itu bermacam-macam, bergantung penghasilan guru dan dosen. Pendidik yang memiliki penghasilan yang relatif besar tentu merindukan sepatu yang mahal dan bermerek dunia. Pendidik demikian akan bersemangat dalam mengajar bila memiliki dan menggunakan sepatu impiannnya. Sebaliknya akan kurang bersemangat apabila mimpi tentang sepatu yang dirindukan tidak terwujud. Dengan demikian, sang guru dan dosen selalu berjuang untuk mendapatkan sepatu yang didambakan.

Sementara guru dan dosen yang lain mempunyai impian memiliki sepatu kesukaan yang disesuaikan dengan kondisi keuangan atau bekerja tambahan seperti bekerja secara online untuk mendapatkan penghasilan tambahan dalam mewujudkan kerinduannya memiliki sepatu impian. Sepatu impian tersebut dapat berupa sepatu kulit maupun yang bukan kulit tetapi memiliki kualitas sehingga dapat dipakai dalam beberapa jangka waktu. Misalnya dipakai dalam jangka waktu 5 Tahun atau lebih. Seorang teman saya sangat terkenal dengan merawat sepatu sehingga setiap sepatu yang dibeli pasti bertahan lama.

Sekarang sepatu-sepatu produk lokal mulai berjuang untuk memenuhi standar kualitas dunia. Kualitas demikian akan membuat sepatu tembus di pasar dunia. Artinya dijual di negara lain. Ada sepatu-sepatu produk anak Indonesia. Salah satu yang saya sukai dan pakai secara bertahun-tahun. Sepatu tersebut dibuat oleh mahasiswa. Sekarang sepatu tersebut masuk kategori sepatu dengan kualitas ekspor. Kita dapat menemukan sepatu itu di beberapa toko terkenal bahka di mall-mall terkenalpun sepatu ini dipajang disana. Dipajang untuk dijual. Harganya di atas 1 juta. Dulu saya beli dengan harga Rp 500.000,00Lima Ratus Ribu Rupiah.







Berdasarkan pembahasan di atas, sepatu yang kita pakai dapat mempengaruhi semangat mengajar tetapi juga mungkin tidak berpengaruh terhadap semangat mengajar. Hal ini bergantung pada pribadi kita masing-masing. Walaupun begitu, pasti ada unsur penambah semangat jika sepatu kita adalah sepatu yang diimpikan.

Sepatu yang didambakan guru Pendidikan Kristen seperti sepatu untuk mengajar, sepatu untuk ibadah, sepatu untuk rekreasi, sepatu untuk berolah raga, sepatu santai. Selain itu kebanyakan guru menghendaki sepatu kulit dan berkualitas. Ada sepatu sandal yang anti basah, namun tidak ada sepatu anti lapar. Artinya tidak ada hubungan sepatu dengan kebutuhan lapar. Tetapi juga ada hubungannya. Tinggal bagaimana orang berpikir.
Apalagi sepatu yang kita rindukan ada potongan harga. Saya kadang dapat potongan harga yang relatif besar dari 50 sampai 80 persen potongan harga. Sepatu yang saya cari adalah sepatu kulit, berkualitas dan harganya terjangkau. Ada produk Indonesia dan juga produk luar negeri. Kita bisa memilih belaja secara langsung atau melalui online. Apalagi beli sepatu yang satu ini, ada chic dibelakangnya.





Sepatu impian adalah sepatu yang dirindukan untuk dimilikinya pada suatu saat. Keinduan ini sering tersimpan lama baru diwujudkan. Ada pula yang relatif cepat diwujudkan. Artinya ada yang cepat mendapat sepatu impian dan menggunakannya, ada yang lain melalui doa bertahun-tahun, kemudian mendpat jawaban membeli sepatu yang diimpikan. Yang jelas setiap guru dan dosen punya sepatu yang disukai untuk aktivitas mengajar.

Salam

Yonas Muanley

Sumber:Pixabay
Belajar dari Yunus

Belajar dari Yunus

Panggilan Tuhan kepada nabi Yunus merupkan suatu panggilan. khusus yang ditetapkan oleh Allah yang memiliki keunikan tersendiri, dimana ada perbedaan panggilan Tuhan kepada nabi Yunus dengan panggilan Tuhan kepada nabi-nabi yang lain. Dikatakan unik oleh karena panggilan Tuhan yang pertama kepada nabi Yunus, nabi Yunus tidak meresponinya/mentaatinya. Bahkan dengan kehendak dan tindakannya sendiri ia lari dari panggilannya. Dari ketidaktaatan dalam panggilan Tuhan yang pertama akhirnya Tuhan menegur Yunus dengan ketentuan yitu datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus, dan didalam perut ikan itu nabi Yunus masih memiliki hidup meskipun Yunus dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya.






Panggilan menurut Ensiklopedi Alkitab Masa Kini adalah berhubungan dengan panggilan Allah, yaitu suatu tuntutan untuk dikenai sebagai orang kristen. Panggilan tersebut datangnya dari Allah melaiui kabar baik bagi keselamatan dan pengudusan serta iman untuk masuk kedalam kerajaan Allah bagi persekutuan dan pelayanan hidup. Dari pengertian yang dikemukakan diatas, kata “panggilan” berarti ajakan Allah terhadap semua orang percaya untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang berhubungan dengan tanggungjawab seseorang terhadap penatalayanan.
Vocation (bahasa inggris) yang berasal dari bahasa latin yaitu Vocatio/vocdtionem yang berarti “panggilan”
Dari pernyataan diatas panggilan mengandung hubungan antara, dua pihak yaitu yang memanggil dan yang dipanggil.perlu diketahui bahwa panggilan berbeda dengan perintah, sebab panggilan bersifat ajakan, sedangkan perintah lebih bersifat keharusan atau diwajibkan. Yang memanggil punya maksud tertentu bagi yang dipanggil. Bisa saja menarik, menguntungkan dan tidak segampang mungkin untuk menerima panggilan. Ada panggilan yang bersifat paksaan seperti panggilan untuk menghadap.

Panggilan Tuhan kepada nabi Yunus merupakan panggilan yang menguntungkan, dikatakan menguntungkan oleh karena ia disuruh pergi ke kota Ninewe untuk menyampaikan berita yang disampaikan oleh Tuhan melalui nabi Yunus kepada orang-orang yang ada di kota Ninewe. Panggilan ditujukan kepada orang-orang tertentu, yang lazim dikenal namanya, namun nabi Yunus secara langsung dipanggil oleh Tuhan dengan menyebut namanya (yun 1:2; 3:1). Demikian juga Musa dan Samuel langsung dengan menyebutkan nama mereka (kel 3:4; I Sam 3:4), jadi panggilan bukanlah pengumuman atau suatu hal yang dikhabarkan meialui orang kemudian disampaikan kepada orang yang dipanggil. Panggilan tidak ditujukan kepada sembarang orang atau kesemua orang. Bangunlah, pergilah, dan berserulah (Yunl:2; 3:2) ketiga kata ini sepertinya suatu perintah atau suruhan dibandingkan “Aku mengutus engkau” kalimat ini berbentuk penegasan (Kel 3:10).

Dari pemyataan diatas dapat dikatakan bahwa nabi Yunus tidak meresponi panggilan Tuhan yang pertama dan ia merasa kota Ninewe tidak perlu dipulihkan, sebab orang-orang Ninewe bukan umat pilhan Allah dan juga oleh karena bangsa Ninewe adalah bangsa yang kafir, penyembah berhala atau bangsa yang jahat di mata Tuhan, sehingga nabi Yunus berkeinginnan bahwa biarkan saja bangsa kafir itu dibinasakan atau ditunggangbalikkan.

Permintaan mendesak disini bisa dikatakan bahwa orang-orang Ninewe itu kejahatannya sudah sangat memuncak dimata Tuhan sehingga Tuhan mengutus nabinya untuk pergi menyampaikan berita Tuhan. Perilaku penduduk Ninewe sangat jahat sampai ke muka Tuhan. Berarti penduduk Ninewe menambah dosa-dosa, seakan-akan dosa-dosanya membukit sampai masuk ke depan tahta Allah. Maka sudah ada alasan yang cukup jelas untuk menghukum penduduk Ninewe tanpa diberitahukan sebelumnya. Oleh karena rahmat dari Tuhan, maka Allah memberikan kesempatan bagi Ninewe untuk bertobat melalui peringatan yang cukup tajam.

Dari pernyataan diatas bahwa rasul Paulus memberanikan diri dalam meyampaikan Injil kepada saudara-saudari yang masih hidup dalam kegelapan. Paulus ditetapkan oleh Tuhan dan mempunyai sikap yang benar-benar bertanggungjawab atas panggialn Tuhan. Paulus mempunyai suatu keyakinan bahwa dalam menyampaikan Injil bukan karena mengandalkan kebolehannya atau kehebatannya, namun didalam mengabarkan Injil benar-benar paulus mengandalkan Tuhan dan paulus selalu dipimpin oleh kuasa Tuhan. Panggialn itu bukan hanya sekedar memanggil atau menyebut orag kudus tetapi panggilan yang diketahui di sini yaitu panggilan untuk membawa orang-orang percaya menjadi kudus dihadapan Tuhan yang maha suci.





Sebagai hamba Tuhan yang terpanggil hendaklah hidup senantiasa kudus di hadapanNya dan selalu mengandalkannya. Nabi Yunus dipanggil untuk pergi menyampaikan berita kepada penduduk di kota Ninewe yang masih hidup dalam kejahatan dan dengan kuasa Tuhan Ninewe dipimpin melalui nabiNya untuk hidup didalam Tuhan. Jika seseorang yang dipanggil oleh Tuhan hendaklah juga bersikap sadar bahwa dipanggil untuk bertanggungjawab sebagai pemberita Injil/kabar baik. Jadi bukan saja hanya mendengar panggilan itu, kemudian mendiamkan diri, tetapi menerima panggialn ilahi itu dan mau bertanggungjawab dan akan dipimpin kepada kebenaran Tuhan. Hendaknya seorang pelayan sungguh-sungguh menyerahkan diri pada Tuhan dan rela memberi diri untuk melayani didalam pekerjaan Tuhan. Hal ini merupakan suatu sikap yang hendaknya diambil dan merupakan tujuan utama bagi kemuliaan Tuhan. Selain itu harus setia dan lebih mementingkan pelayanan kepada Tuhan diatas segala-galanya.

Nabi Yunus tidak bermaksud menyombongkan dan meninggikan dirinya sebagai seorang nabi/ penyambung lidah Allah melainkan Yunus meninggikan panggilan yang berasal dari Allah itu. Yunus hanya diberi kuasa untuk menjadi nabi Allah. Nabi Yunus dipanggil oleh Allah untuk melayani orang-orang Ninewe, dimana orang-orang Ninewe hidup dalam kejahatan penyembahan berhala. Oleh sebab itu Allah memerintah nabinya untuk menyampaikan berita pertobatan kepada Ninewe. Dengan membawa berita pertobatan bukan untuk kepentingan dirinya melainkan demi kemuliaan nama Tuhan dan demi keselamatan penduduk Ninewe.

“Memberitakan Injil berarti 'memberitakan kabar baik', terutama-mengenai kemenangan militer yaitu yang terdapat dalam I Sam 31:9. Selain itu juga memberitakan Injil dipakai untuk menceritakan berita kedatangan kerajaan Allah ditengah-tengah manusia, bahwa kuasa Allah susah dinyatakan di muka bumi (Yes 40:9; 60:6; 61:1) jadi “menginjili” dipakai juga untuk menceritakan peristiwa yang luar biasa, bukan berarti dipakai oleh orang untk menganggab dirinya hebat, tetapi dalam Rom 1: 1 bahwa “kabar baik” yang diberitakan adalah berita yang luar biasa dari Allah. Adapun pelaksanaan panggilan terjadi dengan pemasyuran Injil yang diberitakan oleh rasul Paulus kepada orang-orang Korintus (Mat 28: 19, 20).

Melalui pemberitaan Injil nama Allah diberitakan kepada dunia maka bagi siapa yang menerimanya dan percaya kepadanya maka akan di damaikan dengan Allah. Panggilan Allah seperti demikian telah terjadi dalam perjanjian lama dimana panggilan terbatas yaitu kepada beberapa orang saja misalnya Abraham, Isak, dan Yakub atau hanya pada Bangsa Israel. Menurut Rasul Paulus bahwa bagi bangsa lain biarlah Allah yang mengikuti jalannya masing-masing. Jadi hanya Yakublah dan Israellah yang firmannya, ketetapannya-ketetapan dan hukumannya disampaikan,sedangkan Allah tidak berbuat demikian maz. 147; 19-20.

Tindakan Allah terhadap niniwe Allah mengutus nabinya ketempat yang belum pernah mendengar kabar tentang Allah supaya dengan berita pertobatan yang disampaikan dapat berbalik dari perbuatan jahat dan datang pada Allah sebagai sumber keslamatan, dan melalui kemulian Tuhan boleh bangsa-bangsa lain ikut menikmati kemulian Tuhan sebingga firman Tuhan Allah dimasyurkan diseluruh muka bumi.
Dalam panggilan Tuhan Allah menarik orang-orang yang hidup dalam kegelapan agar mereka boleh pindah kepada terang Allah yang ajaib. Melalui pemberiiaan Injil orang-orang dapat menrima Tuhan sebagai Allah penyelamat sebagaimana yang dijelaskan oleh Harun Hadwijono bahwa, “hal itu disebabkan oleh Alkitab, Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Roma 1:16) demikian juga menurut alkitab, firman Allah adalah hidup kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun (Ibr. 4:12) yang tidak akan kembali kepada allah dengan sia-sia, tetapi yang akan melaksanakan apa yang dikehendaki Allah (Yes 55:11).





Melalui nabi Yunus Allah membawa orang-orang Ninewe keluar dari dosa kecemaran supaya dipersatukan dengan Kristus. Ninewe diterima oleh Allah dalam Kristus, karena Ninewe juga menjadi milik Kristus dan karena Allah memandang semua bangsa sebagai orang-orang yang diselmatakan dan dikuduskan karena penebusanNya.