Kristologi Edukatif Sebagai Dasar Dinamika Pendidikan Kristen

Malam ini saya menemukan sebuah istilah yang lahir dari pemikiran saya ketika menulis dinamika Pendidikan Agama Kristen di SD. Kristologi Edukatif atau Kristologi Didaktik. Kristologi Edukatif atau Kristologi Didaktif adalah studi teologis tentang kegiatan Yesus sebagai guru dan melakukan tugas-tugas pengajaran sebagaimana yang disampaikan dalam Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes). Saya sedang merencanakan untuk menulis buku tentang Kristologi Edukatif. Dengan demikian, disini saya hanya perkenalkan kepada pembaca secara garis besar dari Kristologi Edukatif. garis besarnya sbb:

1. Pengertian Kristologi Edukatif secara filosofis dan biblika
2. Kristologi Edukatif Menurut Matius
3. Kristologi Edukatif Menurut Markus
4. Kristologi Edukatif Menurut Lukas
5. Kristologi Edukatif Menurut Yohanes
6. Kristologi Edukatif menurut Surat-Surat Paulus
7. dst

Penjabaran pokok-pokok berteologi dari point 1-6 murni dari pemikiran saya, tanpa saya kopi paste. Sementara istilah Kristologi adalah warisan, demikian juga sebutan Edukatif. Kata edukatif juga warisan. Saya tidak tahu siapa yang pertama kali menggunakan istilah Kristologi dan Edukatif. Namun penggabungan dua kata ini baru dilakukan oleh Yonas Muanley menjadi KRISTOLOGI EDUKATIF dan tujuh pokok bahasan atau 7 Capaian Pembelajaran mata kuliah Kristologi Edukatif, yang dibuat pada malam tanggal 14 Agustus 2019 sekitar pukul 02.00.
Selanjutnya menunggu buku khusus tentang topik ini dalam penulisan yang akan datang





Bagi mereka yang mengajar Pendidikan Agama Kristen mari kita berkristologi Edukatif dan berusaha menemukan semangat Kristologi Edukatif dalam pengajaran kita untuk mata kuliah yang kita ajarkan di Sekolah Tinggi Teologi, bagi guru-guru PAK, tentu mengajar di satuan Pendidikan seperti SD, SMP dan SMA/SMK. Kristologi Edukatif bersumber pada kesaksian Injil Sinoptik. Injil Sinoptik memberi kesaksian tentang pengajaran yang Yesus lakukan dan dicatat oleh para murid Yesus.

Kristologi Edukatif mungkin belum ada bukunya. Hal ini disebabkan karena istilah ini atau nama teologi ini baru saya dapatkan dari proses berpikir saya malam hari ini tanggal, 15 Agustus 2019 Pukul 02.00 subuh.

Saya tidak melanjutkan penjelasan Kristologi Edukatif di laman ini karena saya sedang berencana menulis buku tentang Kristologi Edukatif. Harap menanti buku tersebut.

Mohon tidak dikopi paste dan diterbitkan atau diposting di blog lain tanpa izin. Hargai pemikiran saya. Anda cara nama Kristologi ini tidak akan ketemu kecuali di blog dinamika pendidikan Kristen. Bila Anda terpaksa kopi paste, harap tulis link artikel ini. Bila Anda menulisnya sebagai sebuah topik penelitian mohon ide awalnya diambil dari blog ini. Artina Anda menyebutkan link blog ini di skripsi atau tesis dan disertasi yang kebetulan idenya diambil dari sini.

Saya Yonas Muanley, dosen ber-NIDN dan memiliki sertifikasi dosen serta memiliki sertifikat AAdari Universitas Negeri Solo. Pelatihan itu membuat saya mampu memilikirkan mata kuliah baru berdasarkan kompetensi. Beberapa diantaranya: Teologi Inspirasi. Teologi ini berbasis pada visi lembaga dimana saya bekerja sebagai dosen dan menjadi pimpinan STT tersebut. Selain itu, saya akan menulis sebuah Teologi Baru yakni Kristologi Edukatif. DUlu masih S1, saya menulis Kristologi Atas dan Bawah, dosen Kristologiku tidak mengajar Kristologi atas dan bawah tetapi saya menemukan dalam buku dan membahasnya dalam bentuk sebuah artikel di majalah kampus STTIA




Kritsologi Edukatif juga menjadi salah satu contoh untuk visi prodi Teologi di sekolah yang saya pimpin. Visi prodi Teologi yakni menjadi teolog yang handal ...". Saya kemudian meminta dosen untuk memberi contoh kemampuan berteologi itu. Saya sendiri membuat dua teologi yaitu (1) Teologi Inspirasi yang berbasis Visi Institusi dan Visi Prodi. (2) Kristologi Edukatif. Saya akan mencoba dan menerbitkan di Jurnal, kemudian dijadikan sebagai buku.

Salam

Yonas Muanley

Sumber:Pixabay

Dinamaika Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Dasar

Dinamika Pendidikan Kristen atau dapat pulan disebut dengan penambahan sebuah kata untuk membedakan yaitu agama, dengan demikian menjadi Dinamika PEndIdikan Agama Kristen. Lalu apa dinamika Pendidikan Kristen itu? Jawaban atas pertanyaan ini kita temukan dalam beberapa jawaban berikut ini.
Pertama, Pendidikan yang dilaksankan atas Intruksi Ilahi







Apa itu instruksi Ilahi? Instruksi ilahi adalah sabda-Nya kepada manusia sejak manusia pertama diciptakan dan perkembangan manusia selanjutnya.Dalam kitab Kejadian 1:28 ... Allah berfirman kepada mereka (manusia pertama, Adam dan Hawa). Allah berfirman kepada mereka atau Allah berbicara kepada manusia pertama. Disini Allah mengajar kepada manusia melalui logos-Nya atau firman-Nya, firman-Nya kepada manusia pertama sangat jelas yaitu mereka (Adam dan Hawa) mendapat instruksi TUHAN sebagai pengajar utama dan pertama bagi mereka dalam hal keturunan. Kemudian dalam Kejadian 2:16 TUHAN Allah memberi perintah kepada manusia tentang kebutuahan mereka yakni mereka harus memenuhi kebutuhan berdasarkan apa yang diizinkan TUHAN dan tidak boleh memanfaatkan apa yang dilarang oleh TUHAN. Selanjutnya dalam Kejadian 3:9, TUHAN Allah memberi pertanyaan kepada mereka karena manusia itu telah melakukan kesalahan, akhir dari proses itu, manusia diusir keluar dari Taman Eden. Narasi lengkapnya baca Kejadian 3:1-24.Pengajaran itu berlangsung sampai terbentuknya bangsa Israel dan dalam perkembangan selanjutnya, TUHAN Allah adalah pengajar utama terhadap umat manusia. Ia mengajar dalam dimensi roh,tidak dapat dilihat namun kuasa-Nya terasa dalam pengajaran dan fasilitas yang tersedia untuk pelaksanaan pendidikan.Artinya TUHAN Allah telah memperlengkapi dunia ini dengan fasilitas yang terbaik agar para guru dan peserta didik dapat melakukan belajar mengajar secara baik. Misalnya bila TUHAN mengmbil udara maka guru, para orangtua dan anak-anak tidak dapat melaksanakan pendidikan di sekolah maupundi rumah.

Berdasarkan penjelasan di atas,kita menyimpulkan bahwa dinamika Pendidikan Agama Kristen didasarkan pada TUAHN Allah dan firman-Nya. Itulah sebabnya ada dinamika dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen di satuan Pendidikan Sekolah Dasar dan satuan pendidikan selanjutnya. Para pendidik Kristen, baik profesional maupun pendidik biasa seperti para orangtua Kristen, melaksanakan pendidikan keagamaan terhadap anak-anaknya dengan keyakinan bahwa pendidikan agama adalah perintah TUHAN. Namun penegasan itu tidak bermaksud untukmenyatakan bahwa pendidikan umum tidak penting. Pendidikan umum penting karena dapat membantu proses Pendidikan Agama Kristen. Misalnya Pendidikan Bahasa Indonesia menolong keluarga Kristen untuk membaca Alkitab dan menyampaikan isi Alkitab dalam bentuk pengajaran kepada anak. Demikian pula matematika menolong kita untuk berhitung, mengetahui pasal dan ayat-ayat dalam Alkitab, perhitungan waktu dalam Alkitab. demikian seterusnya untuk mata pelajaran umum lainnya.

Kedua, Pendidikan yang dilaksanakan atas Perintah atau Amanat Agung TUHAN Yesus

TUHAN Allah yang mengajar kepada manusia secara roh atau tidak nampak, pada masa Perjanjian Baru TUHAN Allah itu menyatakan diri melalui Yesus Kristus. Sejumlah murid Yesus memiliki pengalaman langsung bagaimana Yesus TUHAN itu mengajar mereka dan selanjutnya TUHAN Yesus memberi mandat Agung kepada murid-murid untuk melaksanakan tugas mengajar umat untuk melakukan apa yang Yesus perintahkan kepada para murid dan umat yang percaya.
Saya menggunakan sebuah istilah yaitu Kristologi Edukatif. Selanjutnya istilah ini menjadi Teologi yang dikemukakan Yonas Muanley. Kristologi Edukatif adalah pelajaran tentang Yesus dari aspek pengajaran-Nya sebagaimana yang disaksikan dalam Perjanjian Baru. Injil Sinoptik banyak mendeskripsikan terhadap Kristologi Edukatif. Kristologi Edukatif menjadi dinamika Pendidikan Agama Kristen di satuan pendidikan seperti di SD dan pendidikan selanjutnya.
Kristologi Edukatif menurut Injil Matius yang kita dapat baca di dalam Matius 7:15-23. Dalam ayat-ayat ini Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya tentang pengajaran yang sesat. Mereka harus waspada terhadap nabi-nabi Palsu. Selanjutnya baca: Kristologi Edukatif.





Ketiga, Pendidikan Agama Kristen yang berbasis Pnemumasentris

Dinamaika Pendidikan Agama Kristen didasarkan pada karya Roh Kudus dalam diri para pendidik Kristen (orangtua, guru dan dosen)dalam proses pendidikan agama Kristen. Di dalam Karya Roh Kudus, Roh itu masuk dalam hati dan mengubah hati manusia dan membuat perubahan dalam kehidupan komunitas pendidikan Kristen. Guru dan dosen serta para peserta didik meyakinkan pimpinan Roh Kudus dalam dirinya untuk melakukan proses pendidikan. Guru tidak dapat masuk ke hati murid, demikian juga dosen dan para orangtua. Oknum yang dapat masuk dalam hati seseorang dan membuat perubahan hidup yakni Roh Kudus. Itulah sebabnya warga pembelajar wajib melaksanakan pendidikan Kristen dalam keyakinan pada karya Roh Kudus. Dalam hal ini, dinamika pendidikan Kristen hanya terjadi jika Roh Kudus berkarya dalam diri setiap orang. Karya Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari karya TUHAN (Bapa) dan Yesus Kristus.

Semoga bermanfaat.

Salam

Yonas Muanley

Sumber:Pixabay

Pengaruh Sepatu Impian Pendidik Terhadap Semangat Mengajar

Benarkan Sepatu Impian Pendidik Terhadap Semangat Mengajar? Silakan ikuti dalam artikel berikut ini.
Guru dan dosen adalah pendidik profesional. Guru melaksanakan tugas mendidik dan mengajar secara profesional di satuan pendidikan seperti Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Dasar Swasta, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan swasta.







Salah satu variabel yang meleket dalam diri guru dan dosen dalam melaksanakan tugas adalah memiliki sepatu yang diimpikan. Ada banyak merek sepatu dengan kualitas yang berbeda pula. Jadi, sepatu yang diimpikan guru dan dosen itu bermacam-macam, bergantung penghasilan guru dan dosen. Pendidik yang memiliki penghasilan yang relatif besar tentu merindukan sepatu yang mahal dan bermerek dunia. Pendidik demikian akan bersemangat dalam mengajar bila memiliki dan menggunakan sepatu impiannnya. Sebaliknya akan kurang bersemangat apabila mimpi tentang sepatu yang dirindukan tidak terwujud. Dengan demikian, sang guru dan dosen selalu berjuang untuk mendapatkan sepatu yang didambakan.

Sementara guru dan dosen yang lain mempunyai impian memiliki sepatu kesukaan yang disesuaikan dengan kondisi keuangan atau bekerja tambahan seperti bekerja secara online untuk mendapatkan penghasilan tambahan dalam mewujudkan kerinduannya memiliki sepatu impian. Sepatu impian tersebut dapat berupa sepatu kulit maupun yang bukan kulit tetapi memiliki kualitas sehingga dapat dipakai dalam beberapa jangka waktu. Misalnya dipakai dalam jangka waktu 5 Tahun atau lebih. Seorang teman saya sangat terkenal dengan merawat sepatu sehingga setiap sepatu yang dibeli pasti bertahan lama.

Sekarang sepatu-sepatu produk lokal mulai berjuang untuk memenuhi standar kualitas dunia. Kualitas demikian akan membuat sepatu tembus di pasar dunia. Artinya dijual di negara lain. Ada sepatu-sepatu produk anak Indonesia. Salah satu yang saya sukai dan pakai secara bertahun-tahun. Sepatu tersebut dibuat oleh mahasiswa. Sekarang sepatu tersebut masuk kategori sepatu dengan kualitas ekspor. Kita dapat menemukan sepatu itu di beberapa toko terkenal bahka di mall-mall terkenalpun sepatu ini dipajang disana. Dipajang untuk dijual. Harganya di atas 1 juta. Dulu saya beli dengan harga Rp 500.000,00Lima Ratus Ribu Rupiah.







Berdasarkan pembahasan di atas, sepatu yang kita pakai dapat mempengaruhi semangat mengajar tetapi juga mungkin tidak berpengaruh terhadap semangat mengajar. Hal ini bergantung pada pribadi kita masing-masing. Walaupun begitu, pasti ada unsur penambah semangat jika sepatu kita adalah sepatu yang diimpikan.

Sepatu yang didambakan guru Pendidikan Kristen seperti sepatu untuk mengajar, sepatu untuk ibadah, sepatu untuk rekreasi, sepatu untuk berolah raga, sepatu santai. Selain itu kebanyakan guru menghendaki sepatu kulit dan berkualitas. Ada sepatu sandal yang anti basah, namun tidak ada sepatu anti lapar. Artinya tidak ada hubungan sepatu dengan kebutuhan lapar. Tetapi juga ada hubungannya. Tinggal bagaimana orang berpikir.
Apalagi sepatu yang kita rindukan ada potongan harga. Saya kadang dapat potongan harga yang relatif besar dari 50 sampai 80 persen potongan harga. Sepatu yang saya cari adalah sepatu kulit, berkualitas dan harganya terjangkau. Ada produk Indonesia dan juga produk luar negeri. Kita bisa memilih belaja secara langsung atau melalui online. Apalagi beli sepatu yang satu ini, ada chic dibelakangnya.





Sepatu impian adalah sepatu yang dirindukan untuk dimilikinya pada suatu saat. Keinduan ini sering tersimpan lama baru diwujudkan. Ada pula yang relatif cepat diwujudkan. Artinya ada yang cepat mendapat sepatu impian dan menggunakannya, ada yang lain melalui doa bertahun-tahun, kemudian mendpat jawaban membeli sepatu yang diimpikan. Yang jelas setiap guru dan dosen punya sepatu yang disukai untuk aktivitas mengajar.

Salam

Yonas Muanley

Sumber:Pixabay
Belajar dari Yunus

Belajar dari Yunus

Panggilan Tuhan kepada nabi Yunus merupkan suatu panggilan. khusus yang ditetapkan oleh Allah yang memiliki keunikan tersendiri, dimana ada perbedaan panggilan Tuhan kepada nabi Yunus dengan panggilan Tuhan kepada nabi-nabi yang lain. Dikatakan unik oleh karena panggilan Tuhan yang pertama kepada nabi Yunus, nabi Yunus tidak meresponinya/mentaatinya. Bahkan dengan kehendak dan tindakannya sendiri ia lari dari panggilannya. Dari ketidaktaatan dalam panggilan Tuhan yang pertama akhirnya Tuhan menegur Yunus dengan ketentuan yitu datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus, dan didalam perut ikan itu nabi Yunus masih memiliki hidup meskipun Yunus dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya.






Panggilan menurut Ensiklopedi Alkitab Masa Kini adalah berhubungan dengan panggilan Allah, yaitu suatu tuntutan untuk dikenai sebagai orang kristen. Panggilan tersebut datangnya dari Allah melaiui kabar baik bagi keselamatan dan pengudusan serta iman untuk masuk kedalam kerajaan Allah bagi persekutuan dan pelayanan hidup. Dari pengertian yang dikemukakan diatas, kata “panggilan” berarti ajakan Allah terhadap semua orang percaya untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang berhubungan dengan tanggungjawab seseorang terhadap penatalayanan.
Vocation (bahasa inggris) yang berasal dari bahasa latin yaitu Vocatio/vocdtionem yang berarti “panggilan”
Dari pernyataan diatas panggilan mengandung hubungan antara, dua pihak yaitu yang memanggil dan yang dipanggil.perlu diketahui bahwa panggilan berbeda dengan perintah, sebab panggilan bersifat ajakan, sedangkan perintah lebih bersifat keharusan atau diwajibkan. Yang memanggil punya maksud tertentu bagi yang dipanggil. Bisa saja menarik, menguntungkan dan tidak segampang mungkin untuk menerima panggilan. Ada panggilan yang bersifat paksaan seperti panggilan untuk menghadap.

Panggilan Tuhan kepada nabi Yunus merupakan panggilan yang menguntungkan, dikatakan menguntungkan oleh karena ia disuruh pergi ke kota Ninewe untuk menyampaikan berita yang disampaikan oleh Tuhan melalui nabi Yunus kepada orang-orang yang ada di kota Ninewe. Panggilan ditujukan kepada orang-orang tertentu, yang lazim dikenal namanya, namun nabi Yunus secara langsung dipanggil oleh Tuhan dengan menyebut namanya (yun 1:2; 3:1). Demikian juga Musa dan Samuel langsung dengan menyebutkan nama mereka (kel 3:4; I Sam 3:4), jadi panggilan bukanlah pengumuman atau suatu hal yang dikhabarkan meialui orang kemudian disampaikan kepada orang yang dipanggil. Panggilan tidak ditujukan kepada sembarang orang atau kesemua orang. Bangunlah, pergilah, dan berserulah (Yunl:2; 3:2) ketiga kata ini sepertinya suatu perintah atau suruhan dibandingkan “Aku mengutus engkau” kalimat ini berbentuk penegasan (Kel 3:10).

Dari pemyataan diatas dapat dikatakan bahwa nabi Yunus tidak meresponi panggilan Tuhan yang pertama dan ia merasa kota Ninewe tidak perlu dipulihkan, sebab orang-orang Ninewe bukan umat pilhan Allah dan juga oleh karena bangsa Ninewe adalah bangsa yang kafir, penyembah berhala atau bangsa yang jahat di mata Tuhan, sehingga nabi Yunus berkeinginnan bahwa biarkan saja bangsa kafir itu dibinasakan atau ditunggangbalikkan.

Permintaan mendesak disini bisa dikatakan bahwa orang-orang Ninewe itu kejahatannya sudah sangat memuncak dimata Tuhan sehingga Tuhan mengutus nabinya untuk pergi menyampaikan berita Tuhan. Perilaku penduduk Ninewe sangat jahat sampai ke muka Tuhan. Berarti penduduk Ninewe menambah dosa-dosa, seakan-akan dosa-dosanya membukit sampai masuk ke depan tahta Allah. Maka sudah ada alasan yang cukup jelas untuk menghukum penduduk Ninewe tanpa diberitahukan sebelumnya. Oleh karena rahmat dari Tuhan, maka Allah memberikan kesempatan bagi Ninewe untuk bertobat melalui peringatan yang cukup tajam.

Dari pernyataan diatas bahwa rasul Paulus memberanikan diri dalam meyampaikan Injil kepada saudara-saudari yang masih hidup dalam kegelapan. Paulus ditetapkan oleh Tuhan dan mempunyai sikap yang benar-benar bertanggungjawab atas panggialn Tuhan. Paulus mempunyai suatu keyakinan bahwa dalam menyampaikan Injil bukan karena mengandalkan kebolehannya atau kehebatannya, namun didalam mengabarkan Injil benar-benar paulus mengandalkan Tuhan dan paulus selalu dipimpin oleh kuasa Tuhan. Panggialn itu bukan hanya sekedar memanggil atau menyebut orag kudus tetapi panggilan yang diketahui di sini yaitu panggilan untuk membawa orang-orang percaya menjadi kudus dihadapan Tuhan yang maha suci.





Sebagai hamba Tuhan yang terpanggil hendaklah hidup senantiasa kudus di hadapanNya dan selalu mengandalkannya. Nabi Yunus dipanggil untuk pergi menyampaikan berita kepada penduduk di kota Ninewe yang masih hidup dalam kejahatan dan dengan kuasa Tuhan Ninewe dipimpin melalui nabiNya untuk hidup didalam Tuhan. Jika seseorang yang dipanggil oleh Tuhan hendaklah juga bersikap sadar bahwa dipanggil untuk bertanggungjawab sebagai pemberita Injil/kabar baik. Jadi bukan saja hanya mendengar panggilan itu, kemudian mendiamkan diri, tetapi menerima panggialn ilahi itu dan mau bertanggungjawab dan akan dipimpin kepada kebenaran Tuhan. Hendaknya seorang pelayan sungguh-sungguh menyerahkan diri pada Tuhan dan rela memberi diri untuk melayani didalam pekerjaan Tuhan. Hal ini merupakan suatu sikap yang hendaknya diambil dan merupakan tujuan utama bagi kemuliaan Tuhan. Selain itu harus setia dan lebih mementingkan pelayanan kepada Tuhan diatas segala-galanya.

Nabi Yunus tidak bermaksud menyombongkan dan meninggikan dirinya sebagai seorang nabi/ penyambung lidah Allah melainkan Yunus meninggikan panggilan yang berasal dari Allah itu. Yunus hanya diberi kuasa untuk menjadi nabi Allah. Nabi Yunus dipanggil oleh Allah untuk melayani orang-orang Ninewe, dimana orang-orang Ninewe hidup dalam kejahatan penyembahan berhala. Oleh sebab itu Allah memerintah nabinya untuk menyampaikan berita pertobatan kepada Ninewe. Dengan membawa berita pertobatan bukan untuk kepentingan dirinya melainkan demi kemuliaan nama Tuhan dan demi keselamatan penduduk Ninewe.

“Memberitakan Injil berarti 'memberitakan kabar baik', terutama-mengenai kemenangan militer yaitu yang terdapat dalam I Sam 31:9. Selain itu juga memberitakan Injil dipakai untuk menceritakan berita kedatangan kerajaan Allah ditengah-tengah manusia, bahwa kuasa Allah susah dinyatakan di muka bumi (Yes 40:9; 60:6; 61:1) jadi “menginjili” dipakai juga untuk menceritakan peristiwa yang luar biasa, bukan berarti dipakai oleh orang untk menganggab dirinya hebat, tetapi dalam Rom 1: 1 bahwa “kabar baik” yang diberitakan adalah berita yang luar biasa dari Allah. Adapun pelaksanaan panggilan terjadi dengan pemasyuran Injil yang diberitakan oleh rasul Paulus kepada orang-orang Korintus (Mat 28: 19, 20).

Melalui pemberitaan Injil nama Allah diberitakan kepada dunia maka bagi siapa yang menerimanya dan percaya kepadanya maka akan di damaikan dengan Allah. Panggilan Allah seperti demikian telah terjadi dalam perjanjian lama dimana panggilan terbatas yaitu kepada beberapa orang saja misalnya Abraham, Isak, dan Yakub atau hanya pada Bangsa Israel. Menurut Rasul Paulus bahwa bagi bangsa lain biarlah Allah yang mengikuti jalannya masing-masing. Jadi hanya Yakublah dan Israellah yang firmannya, ketetapannya-ketetapan dan hukumannya disampaikan,sedangkan Allah tidak berbuat demikian maz. 147; 19-20.

Tindakan Allah terhadap niniwe Allah mengutus nabinya ketempat yang belum pernah mendengar kabar tentang Allah supaya dengan berita pertobatan yang disampaikan dapat berbalik dari perbuatan jahat dan datang pada Allah sebagai sumber keslamatan, dan melalui kemulian Tuhan boleh bangsa-bangsa lain ikut menikmati kemulian Tuhan sebingga firman Tuhan Allah dimasyurkan diseluruh muka bumi.
Dalam panggilan Tuhan Allah menarik orang-orang yang hidup dalam kegelapan agar mereka boleh pindah kepada terang Allah yang ajaib. Melalui pemberiiaan Injil orang-orang dapat menrima Tuhan sebagai Allah penyelamat sebagaimana yang dijelaskan oleh Harun Hadwijono bahwa, “hal itu disebabkan oleh Alkitab, Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Roma 1:16) demikian juga menurut alkitab, firman Allah adalah hidup kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun (Ibr. 4:12) yang tidak akan kembali kepada allah dengan sia-sia, tetapi yang akan melaksanakan apa yang dikehendaki Allah (Yes 55:11).





Melalui nabi Yunus Allah membawa orang-orang Ninewe keluar dari dosa kecemaran supaya dipersatukan dengan Kristus. Ninewe diterima oleh Allah dalam Kristus, karena Ninewe juga menjadi milik Kristus dan karena Allah memandang semua bangsa sebagai orang-orang yang diselmatakan dan dikuduskan karena penebusanNya.
Dinamika Pendidikan Kristen Berbasis Kristologi From Below and  Kristologi From Above (Von Oben)

Dinamika Pendidikan Kristen Berbasis Kristologi From Below and Kristologi From Above (Von Oben)

Dinamika Pendidikan Agama Kristen pada hari ini memposting tema artikel Pendidikan: "Dinamika Pendidikan Kristen Berbasis Kristologi From Below and Kristologi From Above (Von Oben)." Tentu ada istilah gado-gado dalam artikel ini. Gado-gado yang saya maksudkan yakni ada kata-kata Inggris, Belanda dan Indonesia diblended menjadi sebuah judul artikel yang orientasinya yakni percakapan dalambentuk tulisan tentang Yesus Kristus dari sisi ilmu, atau dari sisi Kristologi. Bicara Kristologi berarti kita bercakap secara ilmu tentang Yesus Kristus. Kristologi itu sendiri terdiri dari dua kata yakni "Chistos" (bhs Yunani) dalam bahasa Indonesia Kristus, dan logos atau ilmu. Jadi, Kristologi adalah ilmu yang mempelajari tentang Yesus Kristus sebagaimana yang disaksikan dalam Alkitab. Saya mendefinisikan Kristologi dalam definisi seperti ini karena sumber berKristologi harus dari Alkitab. Dalam Alkitab Perjanjian Lama menyatakan nubuatan tentang Yesus Kristus sedangkan dalam Perjanjian Baru menceritakan tentang kisah para murid (orang yang dekat dengan Yesus) dan Paulus menceritakan pengalaman mereka tentang Yesus. Para murid memiliki pengalaman langsung dengan Yesus sementara Paulus memiliki pengalaman tidak langsung (secara jasmaniah) namun mengalami pengalaman perjumpaan dengan Yesus secara dimensi rohaniah dan pengalaman perjumpaan dengan Yesus itu membuat rasul Paulus mengalami perubahan hidup dan berbalik kepada pengakuan akan Yesus dan memberitakan Yesus sampai akhir hidupnya seluruhnya dibaktikan untuk Yesus Kristus.
Sekarang saya hendak memulai pembahasan tentang judulartikel ini.





1. Dinamika Pendidikan Kristen Berbasis Kristologi From Below

Kristologi from below atau Kristologi bawah adalah pendekatan tentang Yesus Kristus dari sisi kemanusiaan-Nya. Apa yang dilkaukan Yesus Kristus pada waktu ia hidup. Kisah Yesus seperti itu tentu berpangkal atau tepatnya harus bersumber pada apa yang disampaikan dalam Alkitab. Kehidupan Yesus Kristus seperti kelahiran-Nya, pekerjaan-Nya dan kematian serta kebangkitan-Nya harus berdasarkan cerita Alkitab. Bila narasi tentang kehidupan Yesus Kristus tidak terdapat di dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Baru maka cerita itu tentu tidak valid karena tidak sesuai dengan kisah tentang Yesus yang disampaikan/ditulis oleh para murid Yesus sebagaimana yang gereja miliki sampai hari ini dan waktu-waktu yang akan datang. Apa yang saya maksudkan dengan pernyataan terakhir ini yakni gereja memiliki Alkitab sebagai norma atau kanon untuk mengukur setiap pengajaran tentang Yesus Kristus apa sesuai Alkitab atau tidak! Misalnya nubuatan tentang kelahiran Yesus. Perjanjian Lama memberi kesaksian tentang nubuatan kelahiran Yesus, kelahiran Yesus Kristus tentu disaksikan dalam Perjanjian Baru seperti Injil Matius dan Lukas, sementara dalam Injil Yohanes menyaksikan tentang Logos yang menjadi manusia. Kemudian pekerjaan Yesus Kristus disaksikan dalam seluruh Perjanjian Baru. Juga tentang kematian dan kebangkitan serta kenaikan ke surga dan kedatangan-Nya kembali.

Dinamika Pendidikan Kristen yang berbasis Kristologi bawah adalah Pendidikan Kristen yang memperhatikan unsur kemanusiaan Yesus dalam kehidupan para peserta didik, pendidik dan fasilitas-fasilitas yang mesti dipakai dalam Pendidikan Agama Kristen. Dalam Perjanjian Baru Yesus Kristus melakukan pengajaran dengan setting tempat yang berbeda-beda. Kadang Yesus mengajar di Bait Allah, di Bukit, di Pantai dll. Yesus menggunakan metode mengajar secara baik sehingga pendengar mengerti apa yang disampaikan Yesus.

Pendidikan Agama Kristen yang berbasis Kristologi bawah atau Kristologi Below adalah pendidikan Kristen yang dilakukan di tempat-tempat tertentu baik secara formal maupun non formal. Bisa saja dalam kondisi-kondisi tertentu, terbatas tempat untuk melaksanakan Pendidikan Agama Kristen secara formal. Misalnya di ruang lap komputer dll. Kondisi demikian tidak mesti mengurangi semangat didaktik PAK yang berbasis pada Kristologi bawah. Apa yang Yesus lakukan atau alami dengan proses mengajar murid-murid-Nya. Bukankah tidak ada tempat yang sangat memadai ketika itu untuk dipakai Yesus dalam melaksanakan pengajaran? Silakan baca Perjanjian Baru,khususnya dalam Injil Matius dan Lukas. Ya memang secara psikologi proses Pendidikan Agama Kristen yang dilaksanakan di ruang kelas berbeda dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu seperti di ruang lap komputer. Secara psikologis ada dampaknya bagi peserta didik. Namun Pendidik dan peserta didik yang punya pengalaman demikian mesti menguatkan hati dan iman dengan selalu memperhatikan apa yang dilakukan Yesus Kristus dalam hal proses mengajar bersama murid-murid-Nya.

2. Dinamika Pendidikan Kristen Berbasis Kristologi From Above (Von Oben) atau Kristologi Atas

Pendidikan Agama Kristen yang dilaksanakan dalam pendekatan Keilahian Yesus atau Kristologi atas, hendak mensemangatkan diri bahwa ada kuasa dalam nama "Yesus". Mengapa ada kuasa karena Yesus adalah TUHAN. Ini bukan ajaran guru PAK tetapi ajaran Alkitab. Alkitab yang mengajarkan bahwa Yesus adalah TUHAN. Alkitab yang saya maksudkan disini yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dengan demikian, keilahian Yesus Kristus ada dalam Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru.Para murid Yesus mengakui bahwa Yesus itu TUHAN. Pengakuan bahwa Yesus itu TUHAN bukan ciptaan murid-murid tetapi memang Yesus adalah TUHAN. Karena Yesus adalah TUHAN maka ketika Yesus mati kemudian dalam waktu 3 hari Ia bangkit dari kuburan. Peristiwa itu disaksikan dalam Perjanjian Baru.





Pendidikan Agama Kristen yang berbasis keilahian Yesus Kristus adalah pendidikan Agama Kristen yang dilaksanakan dalam kawalan kelilahian Yesus Kristus. Guru Pendidikan AGama Kristen dan Peserta didik mesti yakin bahwa dalam nama "Yesus" terjadi perubahan. Para murid mengusir setan dalam nama Yesus, gereja dalam perkembangannya memakai nama Yesus untuk mengusir setan. Nama itu berkuasa. Oleh karena itu nama Yesus hanya dapat disebut oleh orang yang dipimpin oleh Roh Kudus.Hanya orang yang dipimpin oleh Roh Kuduslah yang akan menyebut Yesus itu TUHAN. Bila Roh Kudus tidak ada dalam diri seseorang maka ia tidak akan menyebut dan mengakui Yesus itu TUHAN. JAdi, tidak semua orang dapat menyebut Yesus itu TUHAN selain Roh Kudus yang berkarya dalam diri kita. Kadang orang tidak suka dengan sebutan Yesus TUHAN. Ingat hanya orang yang didalam dirinya dipimpin Roh Kudus maka mereka akan menyatakan bahwa Yesus itu TUHAN.Bahkan ada salah satu tokoh yang menyebut saya percaya YESUS ITU TUHAN.

Tetaplah bersemnagta dalam pelaksanaan pendidikan AGama Kristen yang berporos pada Kristologi Atas. Artinya tidak perlu merasa takut dan malu mengaku Yesus itu TUHAN. Itu isi iman kita. Tentu kita tidak memaksakan orang lain untuk mengikuti iman kita tetapi kita harus tetap setia pada pengakuan bahwa Yesus itu TUHAN. Peserta didik yang mengikuti Pendidikan AGama Kristen juga mesti diajarkan tentang kealihian Yesus Kristus.

Artikel Untuk Jurnal Pendidikan Kristen

Artikel Untuk Jurnal Pendidikan Kristen

Dinamika Pendidikan Agama Kristen berbagi informasi untuk artikel jurnal.
Bila Anda seorang pendidik di Sekolah Tinggi Teologi, Anda dapat melakukan sebuah tulisan ilmiah untuk diterbitkan di Luhteran Eduacation Journal. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang penulis yang hendak menerbitkan artikelnya di jurnal di salah satu Universitas Kristen di AMerika Serikat. Universitas ini dikelola dalam suasana tradisi iman Lutheran. Anda pasti tahu reformator gereja yaitu Marthin Luther. Ia melakukan reformasi gereja, mereka yang menganut gerakan reformasi Luther disebut Lutheran. Namun tidak berarti bahwa orang yang senang dengan teologi Luther tidak dapat disebut Lutheran. Hanya saja gerejanya bukan gereja Lutheran. Saya katakan begitu karena pengaruh reformasi Marthin Luther itu tersebar ke seluruh dunia. Dengan begitu semua orang Kristen pasti menerima reformasi Luther.

Sekaran saya masuk pada inti artikel ini yakni penulisan Artikel yang hendak diterbitkan di Journal Internasional. Coba bayangkan, jika temahn-teman menulis artikel dan dikirim ke bagian jurnal dari Lutheran Eduacation Journal dan hasilnya diterima maka kredit poinnya besar. Silakan kunjungi Lutheran Educational Journal

Ada 7 syarat yang harus kita perhatikan pada saat kita menulis artikel dan mengirim kepada mereka. 7 Syarat itu sudah standar dan kita harus memenuhinya. Saya sedang mempertimbnagkan untuk menulis dan mengirim artikel ke Lutheran Educational Journal. Saya berharap bahwa artikel saya dapat diterimanya dan diterbitkan di journal mereka.





Angka kredit poin untuk artikel yang diterbitkan di Journal internasional, silakan memperhatikan ketentuan yang ada. Di internet banyak informasi tentang perhitungan kredit poin termasuk angka kredit untuk artikel di journal internasional.Sekarang bagi dosen yang bergelar Doktor dan memiliki angka kredit III-B (Asisten Ahli) dapat mengajukan loncat jabatan ke III-C atau ke III-D, mungkin bisa juga ke IV-A. Ya khususnya untuk dosen-dosen di Sekolah Tinggi Teologi, banyak yang memiliki golongan fungsional dosen yaitu III-B. Saya pun terlambat mengurus. Saya menyeesaikan S3 tahun 2012, bila saya ajukan pada waktu itu maka saya pasti memiliki golongan atau jabatan fungsional dosen III-C. Namun karena tidak sempat mengurus maka saya masih memiliki III-B. Saya sedang mengurus ke Departemen Agama, yakni di Dirjen Bimas Kristen, dan sedang menunggu sistem. Bila sudah selesai maka saya dapat mengajukan lompatan Jabatan ke III-D.

Silakan teman-teman coba

Salam
Dinamika Pendidikan Agama Kristen Berporos Pada Allah Bapa

Dinamika Pendidikan Agama Kristen Berporos Pada Allah Bapa

Mengapa artikel ini diberi judul Dinamika Pendidikan Agama Kristen berporos pada Allah Bapa. Jawabannya akan dikemas dalam penjelasan tentang artikel ini. Saya sadar bahwa istilah Allah Bapa mendapat reaksi yang beragam. Ada yang dengan keyakinan iman Kristen menerimanya dengan senang hati, ada pula yang dipengaruhi oleh konteks kemajemukan lalu rasa takut menyebutkan Allah Bapa. Ya epistmologi kita tentang ajaran Kristen tidak dapat dilepaskan dari pergumulan pemikir-pemikir Kristen terdahulu, khususnya berpikir secara teologis terhadap kesaksian Alkitab.
Dalam kitab Kejadian, penulis kitab ini memperkenalkan atau menyaksikan TUHAN Allah sebagai pencipta. TUHAN Allah adalah kreator ex nihilo. Menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Dalam teks-teks yang terdapat dalam Alkitab menyuarakan kesaksian yang sama bahwa TUHAN Allah adalah pencipta, termasuk manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya.
Lalu dimana dinamika Pendidikan Agama Kristen yang berporos pada Allah Bapa. saya kemukakan beberapa jawaban.






Pertama, dinamikanya terletak pada penciptaan. Pendidikan yang dimulai dengan penciptaan akan membuat pendidikan yang sadar diri. Pendidikan yang sadar diri menciptakan pendidikan yang harmonis fertikal dan horisontal. Pendidikan seharusnya bertumpu pada penciptaan. Penciptaan itu merupakan hasil logi. Pendidik dan peserta didik serta lingungan pembelajaran adalah hasil logi sang pencipta yaitu TUHAN Allah. Itulah sebabnya saya mendasari dinamika Pendidikan AGama Kristen pada akibat logi yang utama dan pertama yaitu penciptaan. Penciptaan itu memberi hasil, hasil itu dilihat dari bagian ciptaan.

Kedua, dinamika keharmonisan.Dlam terminologi pengajaran Kristen, Allah disapa sebagai Bapa. Dalam doa ada yang disebut Doa Bapa Kami. Dalam doa itu Allah disapa sebagai Bapa. Ungkapan Allah sebagai Bapa menunjukkan relasi keharmonisan antara yang menyapa dengan yang disapa. Bila Allah dipanggil dalam doa sebagai Bapa maka ada hubungan yang harmonis antara umat dengan Tuhan-Nya. Relasi keharmonisan itu menjadi dinamika Pendidikan Agama Kristen. Pendidikan Agama Kristen tidak dilaksanakan diluar keyakinan Allah sebagai Bapa tetapi justru pelaksanaan Pendidikan AGama Kristen di dasarkan pada seruan TUHAN Allah sebagai Bapa.

Ketiga, dinamika kedekatan atau penyertaan tanpa batas waktu. Pendidikan Agama Kristen yang bertumpu pada keyakinan Allah sebagai Bapa menegaskan bahwa pendidikan tersbut mempersiapkan peserta didik untuk menyadari dan menerapkan penyertaan Bapa yang kekal. Penyertaan Bapa jasmani, penyertaan guru dan siapapun yang melaksanakan pendidikan, tentu terbatas waktu dan ruang. Namun tidak demikian Pendidikan yang menyadarkan peserta didik akan Allah sebagai Bapa. Mereka dapat berseru kepada TUHAN sebagai Bapa kapan saja dan dimana saja.